PENGALAMAN MENJADI CAREGIVER ANAK TUNAGANDA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS

Emiliana Milka Nurmalita, Yohanis Franz La Kahija

Abstract


Mengasuh anak tunaganda merupakan hal yang jarang diminati individu untuk dijadikan karir, karena sulit untuk mengasuh anak-anak yang menderita gabungan dari dua atau lebih kelainan/kecacatan dalam segi fisik, mental, emosi dan sosial. Individu yang bekerja untuk mengasuh anak tunaganda bisa disebut sebagai caregiver, yaitu seseorang yang menyediakan bantuan dalam kegiatan dasar dalam kehidupan sehari-hari kepada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman menjadi caregiver anak tunaganda. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria caregiver anak tunaganda di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih dan memiliki usia kerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mengambil data, dan menggunakan interpretative phenomenological analysis untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga tema induk, yaitu (1) keinginan bekerja di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG), yang meliputi keinginan membantu anak-anak dan panggilan bekerja di PACG, (2) emosi yang dirasakan ketika bekerja, yang meliputi kesenangan dan tantangan dalam bekerja, serta dampak bekerja di PACG, (3) upaya untuk bertahan kerja, yang meliputi upaya menikmati pekerjaan dan dukungan dalam bekerja.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


---------------------------------------------------------------------------

Jurnal Empati

Fakultas Psikologi UNDIP

Gedung Dekanat Fakultas Psikologi

Universitas Diponegoro - psikologi@undip.ac.id


 


Creative Commons License
Empati by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/empati is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats