Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI21737, author = {Ani Shofwatillah and Yeniar Indriana}, title = {PENGALAMAN MENIKAH PADA PRIA DI MASA BERANJAK DEWASA}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {7}, number = {3}, year = {2020}, keywords = {pengalaman; pernikahan pada pria; beranjak dewasa}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman menikah pada pria di masa beranjak dewasa ( emerging adulthood ) dengan keluarga yang dapat bertahan atau tidak berujung pada perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan menggunakan teknik purposive . Kriteria untuk subjek penelitian antara lain: laki-laki yang menikah di usia 18 – 25 tahun; tidak melakukan hubungan seks pra nikah; dan saat menikah belum mandiri secara finansial, kini telah mandiri secara finansial, dan usia pernikahan minimal lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menikah pada pria dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( circumstance) , beliefs, preferences , dan emotions . Faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya membentuk sebuah decision making untuk menikah, khususnya faktor circumstance dan beliefs . Proses menuju pernikahan meliputi pengambilan keputusan menikah, persiapan pernikahan dan proses menemukan pasangan. Ketiga subjek menggunakan konsep ta’aruf dalam menentukan pasangan hidup. Pasca menikah terjadi penyesuaian pasangan dan keluarga yang dilakukan dengan pendekatan personal dan ilmu pernikahan. Dari penelitian ini menunjukkan pria yang menikah di masa beranjak dewasa mampu membentuk keluarga yang kokoh dan fungsi keluarga dapat terpenuhi. }, issn = {2829-1859}, pages = {854--860} doi = {10.14710/empati.2018.21737}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21737} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami pengalaman menikah pada pria di masa beranjak dewasa (emerging adulthood) dengan keluarga yang dapat bertahan atau tidak berujung pada perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan menggunakan teknik purposive. Kriteria untuk subjek penelitian antara lain: laki-laki yang menikah di usia 18 – 25 tahun; tidak melakukan hubungan seks pra nikah; dan saat menikah belum mandiri secara finansial, kini telah mandiri secara finansial, dan usia pernikahan minimal lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menikah pada pria dipengaruhi oleh faktor lingkungan (circumstance), beliefs, preferences, dan emotions. Faktor-faktor tersebut yang pada akhirnya membentuk sebuah decision making untuk menikah, khususnya faktor circumstance dan beliefs. Proses menuju pernikahan meliputi pengambilan keputusan menikah, persiapan pernikahan dan proses menemukan pasangan. Ketiga subjek menggunakan konsep ta’aruf dalam menentukan pasangan hidup. Pasca menikah terjadi penyesuaian pasangan dan keluarga yang dilakukan dengan pendekatan personal dan ilmu pernikahan. Dari penelitian ini menunjukkan pria yang menikah di masa beranjak dewasa mampu membentuk keluarga yang kokoh dan fungsi keluarga dapat terpenuhi.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University