skip to main content

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DAN STRES AKADEMIK PADA ANGGOTA ORGANISASI MAHASISWA PECINTA ALAM (MAPALA) DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Adversity Intelligencedan stres akademik pada mahasiswa yang menjadi anggota organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di Universitas Diponegoro Semarang. Jumlah sampel penelitian adalah 110 orang yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian berusia antara 18-24 tahun yang terdiri dari 53% laki-laki dan 47% perempuan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Stres Akademik (42 aitem, α = .92), dan Skala Adversity Intelligence (20 aitem, α = .87). Analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi parametrik product moment yang dibantu dengan program SPSS ver.21.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara Adversity Intelligence dan stres akademik pada anggota organisasi Pecinta Alam (Mapala) di Universitas Diponegoro Semarang dengan koefisien korelasi = -.556 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan Adversity Intelligence yang tinggi mahasiswa dapat mengatasi situasi sulitnya sehingga stres akademik cenderung rendah. Adversity Intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 30,9 % pada stres akademik.

Fulltext View|Download
Keywords: adversity intelligence; stres akademik; mahasiswa; organisasi; mapala

Article Metrics:

  1. Agolla, J.E. & Henry O. (2009). An assessment of academic stress among undergraduate students: The case of University of Botswana. Educational Research and Review.4 (2), 063-070
  2. Agung, G. & Budiani, M.S. (2013). Hubungan kecerdasan emosional dan self efficacy dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Jurnal Penelitian Psikologi. 1(2), 2
  3. Agustian, A.G. (2001). Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan Spiritual–ESQ. Jakarta: Penerbit Arga
  4. Akbar, R. & Hawadi. (2002). Identifikasi keberbakatan intelektual melalui metode non-tes; Dengan pendekatan konsep keberbakatan Renzulli. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia
  5. Alvin, N. (2007). Handling study stress: Panduan agar anda bisa belajar bersama anak-anak anda. Jakarta: Elex Media Komputindo
  6. American Psychological Association. (2010). Publication manual of the American Psychological Association(6th edition). Washington D.C.: American Psychological Association
  7. Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta
  8. Atkinson, R.L., Atkinson R.C. & Hilgard E.R. (2000). Pengantar psikologi (8th ed). (Alih Bahasa: Widjaja Kusuma).Jakarta: Erlangga
  9. Azwar, S. (2008). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  10. Azwar, S. (2013). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  11. Azwar, S. (2013). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  12. Baron, R.A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial.(Alih Bahasa: Djuwita R.). Jakarta: Erlangga
  13. Calhoun, J.F.& Acocella, J.R. (1995). Psychology of adjusment and human relationship(3rd ed).NewYork: Mc Graw Hill, Inc
  14. Chaplin, J.P. (2006). Kamus lengkap psikologi.(Alih Bahasa: Kartono K.). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
  15. Crow, A. & Crow, L. (1998). Psikologi belajar. (Alih Bahasa: Kasijan Z.). Surabaya: Bina Ilmu
  16. Dyson, R., & Renk, K. (2006). Freshman adaptation to university life: Depressive symptoms, stress, and coping. Journal of Clinical Psychology. 62(10), 31-44
  17. Galli, N. & Vealey, R.S. (2008). Bouncing back from adversity: Athletes experience of resilience. The Sport Psychologist. 22, 316-335
  18. Gunarsa,D.S., Gunarsa Y.S.D. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Gunung Mulia
  19. Gunawati & Hartati. (2006). Hubungan antara efektivitas komunikasi mahasiswa-dosen pembimbing utama skripsi dengan stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa program studi psikologi fakultas kedokteran Universitas Diponegoro.Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro 3(2), 03
  20. Gusniarti U. (2002). Hubungan antara persepsi siswa antara tuntutan dan harapan sekolah dengan stres siswa di sekolah menengah umum.Jurnal Psikologika. 13 (7), 55
  21. Hadijah, I. (2009). Hubungan antara emotional quotient dan adversity quotient dengan tingkat stres pada korban lumpur Lapindo.Skripsi. Malang : Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim
  22. Hardjana, A.M. (1994). Stres tanpa distres: Seni mengolah stres. Yogyakarta: Kanisius
  23. Huijuan, Z. (2009). The adversity quotient and academic performance among college students at St. Joseph’scollege, Quezon City. Thesis.QuezonCity: The Departments Of Arts And Sciences St. Joseph’s College
  24. Hystad, S.W., Eid, J., Laberg, J.C., Johnsen, B.H., & Bartone, P.T. (2009). Academic stress and health: Exploring the moderating role of personality hardiness. Scandinavian Journal of Educational Research, 53, 421-429
  25. Kadapatti, M.G. & Vijayalaxmi, A.H.M. (2012).Stressors of academic stress-a study on pre-university students. Indian Journal Science. [Online]. 3(1), 171-175
  26. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.155/U/1998 tentang Pendoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi
  27. King, L.A. (2010).Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiasif. (Alih Bahasa: Marwendy, Brian). Jakarta: Salemba Humanika
  28. Kusuma, I.H. (2004). Hubungan antara adversity quotient dan kecerdasan ruhaniah dengan kecenderungan Post power syndrome pada TNI.Skripsi. Surakarta:Fakultas Psikologi UMS
  29. Lasmono, H.K. (2001). Tinjauan singkat adversity quotient. Anima (Indonesian Psychological Journal), 17(1), 63-68
  30. Mangkunegara, A.P. (2005). Perilaku dan budaya organisasi. Bandung: PT. Refika Aditama
  31. Mardianto, A., Koentjoro, & Purnamaningsih, E. H. (2000). Penggunaan manajemen konflik ditinjau dari status keikutsertaan dalam mengikuti kegiatan pecinta alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Jurnal Psikologi, 111-119
  32. Nashori, F. (2007). Pelatihan adversity intelligence untuk meningkatkan kebermaknaan hidup remaja panti asuhan. Jurnal Psikologika .23 (12), 46-47
  33. Neuman, W.L. (2007). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (4th ed). Boston: Allyn & Bacon
  34. Nevid, J. S., Rathus, S.A., & Greene, B. (2005). Psikologi abnormal(5th ed). (Alih Bahasa: Tim Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Jakarta: Erlangga
  35. Ogden, J. (2000). Health psychology. (2nd ed). Philadelphia: Open University Press
  36. Oktavia W. (2013). Hubungan kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Skripsi.(Tidak Diterbitkan). Pekanbaru: Fakultas Kedokteran UR
  37. Olejnik, S.N. & Holschuh, J.P. (2007). College rules! How to study, survive, and succeed (2nd ed). New York: Ten Speed Press
  38. Pagma, Tayraukham & Nuangchalerm. (2009). Causal factors influencing Adversity Quotient of twelfth grade and third-year vocational students. Journal of Social Sciences. 5 (4),466- 470
  39. Potter, P.A. & Perry, A.G. (2005). Fundamental nursing: Concepts, process, and practice (6th ed). St. Louis: Mosby Year Book
  40. Puspitasari, R.T. (2013). Adversity quotient dengan kecemasan mengerjakan skripsi pada mahasiswa. Jurnal Online Psikologi 01(01): 301.Diunduh dari: http://ejournal.umm.ac.id
  41. Putri, S.A., Zulharman & Firdaus. (2015). Hubungan antara adversity quotient dengan stres akademik pada dokter muda fakultas kedokteran Universitas Riau.Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Kedokteran 3(2). Diunduh dari: http://id.portalgaruda.org
  42. Rachmawati, R. (2009).Hubungan antara adversity intelligence dan persepsi terhadap kohesivitas kelompok dengan organizational citizenship behaviour pada karyawan PT. Padma Soode Indonesia. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
  43. Rice, F. P. & Dolgin, K. G. (1995). The adolescent development, relationship, and culture (12th ed). Boston: Pearson Education,Inc
  44. Santrock, J. W. (2015). Adolescence.Perkembangan Remaja (11th ed).(Alih Bahasa: Shinto B A; SherlyS.). Jakarta: Erlangga
  45. Santrock, J.W. (2007). Psikologi pendidikan (2nd ed). (Alih Bahasa: Tri Wibowo B.S.). Jakarta: Kencana
  46. Sarafino & Edward, P. (2014). Health psychology biopsychososial interaction(8th ed). United States of America: John Wiley & Sons, Inc
  47. Sarason, I. G. & Sarason, B. R. (2004). Abnormal psychology: The problem of maladaptive behavior (11th ed). Englewood Cliffs, N. J.: Prentice Hall
  48. Sho’imah, D. W. (2010). Hubungan adversity quotient dan self efficacy dengan toleransi terhadap stres pada mahasiswa. Skripsi (Tidak diterbitkan). Program studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret
  49. Siebert, A. (2005). The resiliency advantage: Master change, thrive under pressure, and bounce back from setbacks. California: Berrett-Koehler Publishers, Inc
  50. Siswanto. (2007). Kesehatan mental: Konsep cakupan dan perkembangannya. Yogyakarta: C.V Andi Offset
  51. Siswoyo, D. (2007). Ilmu pendidikan. Yogyakarta: UNY Pers
  52. Smet, B. (2008). Psikologi kesehatan. (Alih Bahasa: Anshori). Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia,
  53. Stoltz, P.G. (2007). Adversity quotient, Mengubah hambatan menjadi peluang Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
  54. Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
  55. Sukoco, A. S. (2014). Hubungan sense of humor dengan stres pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya , 1-10
  56. Sulaiman. (2009). Kesehatan reproduksi remaja. Diunduh dari: www.kesehatanremaja.com
  57. Suryabrata, S. (2006). Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
  58. Suyanto, B. (2005).Metode penelitian sosial: Berbagai alternatif pendekatan. Jakarta: Prenada Media
  59. Syah, M. (2008). Psikologi pendidikan: Suatu pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya
  60. Wahyuni, A. (2013). Hubungan antara adversity intelligence dengan sensation seeking pada mahasiswa pecinta alam Semarang. Skripsi. (Tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
  61. Wanadri. (2011). Diktat manajemen ekspedisi. Bandung: Badan Pendidikan dan Latihan Wanadri
  62. Widoyoko, S.E.P. (2014). Penilaian hasil pembelajaran di sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  63. Widyaningrum, J., & Rachmawati, M.A. (2007). Adversity intelligence dan prestasi belajar siswa. Jurnal Psikologi Proyeksi. 2(2), 47–56
  64. Winarsunu, T. (2009) Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan. Malang: UMM Press
  65. Wulandari & Lita, H. (2011). Gambaran stres di bidang akademik pada pelajar sindrom Hurried Child di sekolah Chandra Kusuma. Skripsi. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id
  66. Yosep, I. (2010). Keperawatan jiwa. Jakarta: Refika Aditama
  67. Young, P.R., Knight, E.L. (2014). Use of psychological skills by risk sport athletes. Journal of Human Performance in Extreme Environments: 11 (2), 6-7. DOI: 10.7771/2327-2937.1061

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.