Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI19759, author = {Ilma Hadyani and Yeniar Indriana}, title = {“PROSES PENERIMAAN DIRI TERHADAP PERCERAIAN ORANGTUA” The Process of Self Acceptance of Parental Divorce (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis)}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {6}, number = {3}, year = {2018}, keywords = {Perceraian Orangtua, Remaja, Penerimaan Diri}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami proses penerimaan diri remaja terhadap perceraian orangtua. Perceraian merupakan titik puncak dari berbagai permasalahan yang menumpuk dan merupakan jalan akhir yang harus ditempuh ketika hubungan perkawinan itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan metode non-probability sampling dengan salah satu strateginya yaitu melalui snowball sampling. Partisipan berjumlah 3 orang dengan karakteristik anak remaja yang menjadi korban perceraian orangtuanya. Penerimaan diri terhadap perceraian orangtua adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai secara spontan oleh anak, tetapi melewati tahapan-tahapan tertentu terkait dengan kehidupan pasca perceraian, termasuk berbagai dampak yang dirasakan, baik dampak psikologis maupun sosial. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa perceraian memberikan dampak-dampak negatif pada para partisipan, seperti perasaan minder, kehilangan figur keluarga, dan kenakalan remaja. Keberadaan figur ibu yang kompeten, berkurangnya konflik orangtua, lingkungan sekolah dan teman-teman yang memberikan dukungan positif merupakan faktor yang membantu para partisipan menerima dirinya dalam menghadapi perceraian orangtua, untuk bangkit dari keterpurukan. }, issn = {2829-1859}, pages = {303--312} doi = {10.14710/empati.2017.19759}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/19759} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami proses penerimaan diri remaja terhadap perceraian orangtua. Perceraian merupakan titik puncak dari berbagai permasalahan yang menumpuk dan merupakan jalan akhir yang harus ditempuh ketika hubungan perkawinan itu sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan metode non-probability sampling dengan salah satu strateginya yaitu melalui snowball sampling. Partisipan berjumlah 3 orang dengan karakteristik anak remaja yang menjadi korban perceraian orangtuanya. Penerimaan diri terhadap perceraian orangtua adalah suatu hal yang tidak dapat dicapai secara spontan oleh anak, tetapi melewati tahapan-tahapan tertentu terkait dengan kehidupan pasca perceraian, termasuk berbagai dampak yang dirasakan, baik dampak psikologis maupun sosial. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa perceraian memberikan dampak-dampak negatif pada para partisipan, seperti perasaan minder, kehilangan figur keluarga, dan kenakalan remaja. Keberadaan figur ibu yang kompeten, berkurangnya konflik orangtua, lingkungan sekolah dan teman-teman yang memberikan dukungan positif merupakan faktor yang membantu para partisipan menerima dirinya dalam menghadapi perceraian orangtua, untuk bangkit dari keterpurukan.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University