skip to main content

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 5 Mar 2018; Published: 5 Mar 2018.

Citation Format:
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah pertama. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Subjek penelitian ini adalah 118 siswa kelas VII dan VIII SMP Mardisiswa I yang berusia 12-15 tahun dan tinggal bersama orang tuanya. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah conveniencesampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orang Tua (25 aitem, α = 0,890) dan Skala Motivasi Belajar (22 aitem, α = 0,862). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,556 dengan p=0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama, begitu juga sebaliknya.

Fulltext View|Download
Keywords: motivasi belajar; dukungan sosial orang tua; sekolah menengah pertama

Article Metrics:

  1. Adicondro, N., & Purnamasari, A. (2011). Efikasi diri, dukungan sosial keluarga dan selfregulatedlearning pada siswa kelas VIII. Jurnal Humanitas, 8, 1, 17-27
  2. Baron, R. A., &Byrne, D. (2005). Psikologi sosial: Jilid 2. Jakarta: Erlangga
  3. Chohan, B. I., & Khan, R. M. (2010). Impactof parental supportontheacademicperformanceandselfconceptofthestudent. JournalofResearchandReflections in Education, 4 (1), 14-26
  4. DeGoede, I. H. A., Branje, S. J. T., Meeus, W. H. J. (2009). Developmentalchanges in adolescents’ perceptionsofrelationshipswiththeirparents. JournalofYouthandAdolescence, 38, 75-88. Doi: 10.1007/s10964-008-9286-7
  5. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (2002). Undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Diunduh dari http://www.dpr.go.id/jdih/uu1945
  6. Dhitaningrum, M., & Izzati, U. A. (2013). Hubungan antara persepsi mengenai dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Tulungagung. Jurnal Penelitian Psikologi, 1 (2)
  7. Grolnick, W. S., Friendly, F. W., Bellas, V. M. (2009). Parentingandchildren’smotivationatschool. Dalam K. R. Wentzel dan A. Wigfield (Editor). Handbookofmotivationatschool(279-300). New York: Routledge
  8. Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12 (1), 81-86. ISSN: 1412-565X
  9. Karwati, E., &Priansa, D. J. (2014). Manajemen kelas. Bandung: Alfabeta
  10. Khajehpour, M., &Ghazvini, S. D. (2011). The roleof parental involvementaffect in children’sacademicperformance. Procedia: SocialandBehavioralSciences, (15), 1204-1208. Doi: 10.1016/j.sbspro.2011.03.263
  11. Ning, H. K., &Downing, K. (2010). The reciprocalrelationshipbetweenmotivationandself-regulation: a longitudinal study onacademicperformance. Learningand Individual Differences, 20, 682-686. Doi: 10.1016/j.lindif.2010.09.010
  12. Pierce, G. R., Sarason, B. R., Sarason, I. G., Joseph, H. J., Henderson, C. A. (1996). Conceptualizingandassessingsocialsupport in thecontextoffamily. Dalam G. R. Pierce, B. R. Sarason, dan I. G. Sarason (Editor). HandbookofSocialSupportandthe Family (3-23). New York: PlenumPress
  13. Suciani, D., & Rozali, Y. A. (2014). Hubungan dukungan sosial dengan motivasi belajar pada mahasiswa Universitas Esa Unggul. Jurnal Psikologi, 12 (2), 43-47
  14. Tarmidi & Rambe, A. R. R. (2010). Korelasi antara dukungan sosial orang tua dan selfdirectedlearning pada siswa SMA. Jurnal PsikologiUniversitas Sumatera Utara. 37 (2). 216-233
  15. Van Breda, M. J. (2015). Understanding learner’ sperceptions of chaotic family aspects affecting school truancy and
  16. non-schoolattendance: A SouthAfricanperspective. Procedia:
  17. SocialandBehaviouralSciences, 190, 10-16. Doi: 10.1016/j.sbspro.2015.04.909
  18. Wigfield, A. &Tonks, S. (2004). Adolescents’ expectanciesforsuccessandachievementtaskvaluesduringmiddleandhighschoolyears. Dalam T. Urdan dan F. Pajares (Editor). Academicmotivationofadolescents (53-82). Greenwich: Information Age
  19. Winkel, W. S. (2015). Psikologi pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.