skip to main content

HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN OPTIMISME PADA WARGA BINAAN YANG MENJADI PEKERJA PEMBANTU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS II A SEMARANG


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan optimisme pada warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang. Populasi berjumlah 91 pekerja pembantu dan sampel penelitian berjumlah 51 pekerja pembantu yang didapatkan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Optimisme (22 aitem; α = 0,882) dan Skala Regulasi Diri (30 aitem; α = 0,942). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara regulasi diri dan optimisme pada warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang, artinya semakin tinggi regulasi diri, maka semakin tinggi optimisme, sebaliknya semakin rendah regulasi diri maka semakin rendah pula optimisme yang dimiliki oleh warga binaan yang menjadi pekerja pembantu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Semarang. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif terhadap optimisme sebesar 39,7 %.

Fulltext View|Download
Keywords: optimisme, regulasi diri, warga binaan, pekerja pembantu, lembaga pemasyarakatan

Last update: 2021-06-20 12:18:03

No citation recorded.

Last update: 2021-06-20 12:18:03

No citation recorded.