Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI15156, author = {Riska Meganingrum and Nailul Fauziah}, title = {HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA PENGGEMAR BATU AKIK DAN BATU MULIA DI SEMARANG}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {6}, number = {1}, year = {2017}, keywords = {identitas sosial; kecenderungan perilaku konsumtif; penggemar batu akik dan batu mulia}, abstract = { Identitas sosial adalah gambaran diri individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu. Sedangkan, kecenderungan perilaku konsumtif adalah suatu niat mengonsumsi barang dan jasa yang bukan merupakan kebutuhan individu untuk memenuhi kepuasan tanpa didasarkan pada pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling insidental. Jumlah sampel adalah 65 orang subjek. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dewasa yang membeli batu akik dan batu mulia di Semarang lebih dari 10 dengan alasan untuk memenuhi keinginan. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu skala Identitas Sosial (27 aitem, α= 0,918) dan skala Kecenderungan Perilaku Konsumtif (32 aitem, α= 0,939). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,730 dengan p = 0,000 (p <0,001). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan positif antara identitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Nilai koefisiensi determinasi (R Square) pada variabel identitas sosial dan variabel kecenderungan perilaku konsumtif menunjukkan hasil sebesar 0,533. Hasil tersebut memiliki arti bahwa identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3 % terhadap kecenderungan perilaku konsumtif. }, issn = {2829-1859}, pages = {365--373} doi = {10.14710/empati.2017.15156}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/15156} }
Refworks Citation Data :
Identitas sosial adalah gambaran diri individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu. Sedangkan, kecenderungan perilaku konsumtif adalah suatu niat mengonsumsi barang dan jasa yang bukan merupakankebutuhan individu untuk memenuhi kepuasan tanpa didasarkan pada pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling insidental. Jumlah sampel adalah 65 orangsubjek. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dewasa yang membeli batu akik dan batu mulia di Semarang lebih dari 10 dengan alasan untuk memenuhi keinginan. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu skala Identitas Sosial (27 aitem, α= 0,918) dan skala Kecenderungan Perilaku Konsumtif (32 aitem, α= 0,939). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,730 dengan p = 0,000 (p <0,001). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan positif antaraidentitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Nilai koefisiensi determinasi (R Square) pada variabel identitas sosial dan variabel kecenderungan perilaku konsumtifmenunjukkan hasil sebesar 0,533. Hasil tersebut memiliki arti bahwa identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3 % terhadap kecenderungan perilaku konsumtif.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University