skip to main content

DUKUNGAN SOSIAL DAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN TNI DAN POLRI ANGGOTA PERSATUAN PURNAWIRAWAN DAN WARAKAWURI TNI DAN POLRI DPC PEPABRI KABUPATEN BANYUMAS

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 18 Oct 2015.

Citation Format:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecenderungan post power syndrome. Kecenderungan post power syndrome merupakan merupakan tendensi individu untuk mengalami gejala- gejala post power syndrome berupa gejala fisik, emosi dan perilaku sebagai dampak dari berakhirnya suatu jabatan atau kekuasaan. Dukungan sosial merupakan bantuan yang dirasakan individu berupa perhatian, kenyamanan, penghargaan yang diperoleh individu dari orang- orang yang dapat diandalkan didalam jaringan sosialnya agar meningkatkan kemampuan individu dalam mengatasi kondisi stress. Populasi dalam penelitian ini adalah pensiunan TNI anggota PEPABRI Kabupaten Banyumas. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu, Skala Post Power Syndrome (30 aitem; α =0,904), dan Skala Dukungan Sosial (23 aitem; α =0,857). Subjek penelitian berjumlah 50 orang pensiunan TNI anggota PEPABRI Kabupaten Banyumas yang dipilih dengan accidental sampling. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan TNI (r = -0,585; p<0,001). Dukungan sosial memberikan sumbangan efektif terhadap kecenderungan post power syndrome sebesar 34,2%.
Fulltext View|Download
Keywords: dukungan sosial; kecenderungan post power syndrome; pensiunan; TNI; POLRI; PEPABRI

Article Metrics:

  1. Aiken, R. L. (2002). Human development in adulthood. California: Kluwer Academic Publishers
  2. Azizah, L. M. (2011). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha Ilmu
  3. Cavanaugh, J. C., & Fields, F. B. (2006). Adult development and aging. Belmont: Thomson Higher Education
  4. Cotrada, R. J., & Baum, A. (2011). The handbook of stress science: Biology, psychology, and health. New York, NY: Springer Publising Company
  5. Dasiemi, E. (2009). Hubungan antara kepuasan hidup dengan post power syndrome pada pensiunan bekerja maupun tidak bekerja di Lodaya, Yogyakarta. Skripsi, tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada
  6. Dinsi, V., Setiati, E., & Yuliasari, E. (2006). Ketika pensiun tiba. Jakarta: Wijayata Media Utama
  7. Indriana, Y. (2011). Gerontologi dan progeria. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  8. Makhfudi & Efendi, F. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas teori dan praktik dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
  9. Santrock, J. W. (2002). Life- Span development 8th edition. New York, NY: The McGrawHill Companies, Inc
  10. Schultz, D. & Schultz, S. E. (2006). Psychology & work today (9th ed). New Jersey: Pearson Education, Inc
  11. Suardiman, S. P. (2011). Psikologi lanjut usia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  12. Trimardhany, V. (2010). Sikap dan makna hidup pada pensiunan yang mengalami post power syndrome dengan yang tidak mengalami post power syndrome: sebuah studi perbandingan. Research. Jakarta: The First LSPR Communication Research Conference Proceeding

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.