skip to main content

KEDUDUKAN ANAK DALAM PERKAWINAN ADAT NGEROROD (KAWIN LARI) DI DESA PADANG SAMBIAN KAJA, KECAMATAN DENPASAR BARAT, DENPASAR

*Firmansyah*, Sukirno, Sri Sudaryatmi  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Pelaksanaan perkawinan di setiap daerah mempunyai keunikan tersendiri yang masih kental dengan adat istiadat setempat. Sebagai contoh perkawinan yang akan dibahas dalam penelitian ini yakni perkawinan adat ngerorod (Kawin Lari) yang ada di Desa Padang Sambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata cara dan kedudukan anak dalam  perkawinan adat ngerorod di Bali. Penelitian dilakukan dengan metode yuridis empiris dan spesifikasinya menggunakan deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode dalam menganalisa data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu, pelaksanaan perkawinan ngerorod dimulai dengan mempelai perempuan melarikan diri ke parorodan, penyampaian pasadek, panglukuan, pawarangan, upacara abhayakala, natab banten, dan  jajauman. Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Artinya, perkawinan ngerorod memenuhi rumusan pasal ini, karena telah diakui oleh hukum Hindu dan hukum adat Bali. Kedudukan anak dalam perkawinan adat ngerorod mempunyai status sebagai anak sah, karena perkawinan ngerorod itu merupakan perkawinan yang sah. Sistem pewarisan dalam perkawinan adat ngerorod mempunyai kesamaan pada sistem pewarisan dalam perkawinan biasanya di Bali, yakni anak laki-laki dan perempuan berhak untuk mendapatkan warisan).
Fulltext View|Download
Keywords: Perkawinan adat ngerorod, Kedudukan Anak, Pewarisan.

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.