TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PERAN UNI EROPA TERHADAP PENGUNGSI DALAM KONFLIK TIMUR TENGAH (STUDI KASUS KONFLIK SURIAH)

*Ajeng Vania Marisdianti*, Muchsin Idris, Soekotjo Hardiwinoto  -  Fakultas Hukum, Diponegoro University, Indonesia
Received: 14 Mar 2016; Published: 14 Mar 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Untuk menghindari bencana perang di negaranya, rakyat Suriah mencari suaka dan menjadi pengungsi ke benua Eropa. Arus pengungsi Suriah yang sangat banyak di benua Eropa mengakibatkan terjadinya krisis pengungsi di beberapa Negara Eropa. Bagaimana peran Uni Eropa (UE) dalam menangani pengungsi di Eropa dan bagaimana bentuk tanggung jawab Negara-negara Eropa yang menjadi tujuan pengungsi konflik Timur Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa UE mempunyai standar yang harus dipenuhi untuk para pengungsi, yang disebut dengan CEAS (Common European Asylum System). Diaplikasikan oleh EASO (European Asylum Support Office). Selain itu UE juga menerapkan kebijakan ENP (European Neighbourhood Policy). Tanggung jawab Negara-negara Eropa cukup baik dalam menangani krisis pengungsi ini. Negara-negara anggota UE wajib menjalankan prinsip non-refoulement,  karena semua Negara anggota UE merupakan peratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967. 
Keywords: Pengungsi, Suriah, Uni Eropa, Tanggung jawab Negara.

Article Metrics: