Isolasi Bakteri Endofit Daun Alang-Alang (Imperata cylindrica) dan Metabolit Sekundernya yang Berpotensi sebagai Antibakteri

*Puteri Aryani  -  Departemen Biologi-FSM, Indonesia
Endang Kusdiyantini  -  Departemen Biologi-FSM, Indonesia
Agung Suprihadi  -  Departemen Biologi-FSM, Indonesia
Published: 31 Jul 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan suatu gulma yang tahan terhadap kondisi panas dan kering, serta merupakan gulma tingkat tinggi yang dapat menginvasi suatu habitat. Hal tersebut memungkinkan alang-alang memiliki potensi metabolit sekunder akibat adanya adaptasi pertahanan tubuh dari lingkungan yang ekstrem. Penelitian tentang potensi metabolit sekunder untuk antibakteri dari bakteri endofit daun alang-alang belum banyak dilakukan. Bakteri endofit merupakan mikroorganisme yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan. Kemampuan bakteri endofit memproduksi senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya merupakan peluang yang dapat diandalkan untuk memproduksi metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit dari daun alang-alang dan metabolit sekundernya yang berpotensi sebagai antibakteri, serta dilakukan skrining metabolit sekunder dengan metode kualitatif. Isolasi bakteri endofit dari daun alang-alang dilakukan dengan karakterisasi  berdasarkan makroskopis. Uji aktivitas antibakteri adalah metode difusi agar (Disk diffusion test) dengan menggunakan dua bakteri uji : Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Jumlah bakteri endofit yang diperoleh sebanyak empat isolat dengan kode BE1, BE2, BE3 dan BE4. Keempat isolat bakteri endofit yang didapatkan mempunyai persamaan metabolit sekunder dengan ekstrak daun alang-alang, dan menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Total Fenol yang dihasilkan Isolat BE1, BE2, BE3, dan BE4 adalah 15,33 mg/l;  62,56 mg/l; 61,17 mg/l, dan 27,56 mg/l. Berdasarkan hasil rata-rata diameter zona hambat isolat bakteri endofit BE1, BE2, BE3 dan BE4 mampu menghambat Escherichia coli dengan respon hambatan lemah yaitu dari (1 – 4,8 mm), sedangkan Staphylococcus aureus dengan respon hambatan lemah berkisar dari (1 – 5,8 mm).

 

Keywords: Alang-alang, Antibakteri, Bakteri Endofit, Metabolit Sekunder.

Article Metrics: