KANDUNGAN BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BAKTERI SELULOLITIK PADA POLLARD YANG DIFERMENTASI (Content Of Lactid Acid Bacteria And Cellulolytic Bacteria On The Pollard Fermentation)

Neneng Nurhalimah, Widiyanto Widiyanto, Bambang Sulistiyanto

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian untuk mengetahui kandungan bakteri asam laktat (BAL) dan bakteri selulolitik pada pollard yang difermentasi dengan cairan rumen dan Cairan Limbah Sayur Fermentasi (CLSF).  Pembuatan CLSF dengan mencampur limbah sayuran kubis 80% dan sawi 20%, serta garam 8% dan molases 6,4% dari total limbah sayur, kemudian diperam selama 6 hari dan diperas untuk diambil ekstraknya.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah pemeraman 0 dan 48 jam dan faktor kedua adalah rasio ELSF:cairan rumen 0:0 (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) dan 10:20 (B3).  Analisis bakteri asam laktat dan bakteri selulolitik menggunakan metode hitungan cawan tuang (Standard Plate Count).Data dianalisis menggunakan analisis ragam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan pemeraman sangat nyata (p<0,05) terhadap kandungan BAL. Fermentasi ELSF:cairan rumen pada pemeraman 48 jam dan perlakuan B3 terbukti mampu mempengaruhi jumlah kandungan BALyaitu sebesar 4,05 x 107sel/g, jumlah ini lebih besar dibandingkan pada saat pemeraman 0 jam dengan perlakuan yang sama yaitu sebesar 0,075x 107sel/g.  Simpulan penelitian ini adalah lama waktu fermentasi dapat meningkatkan jumlah BAL dan jumlah nutrisi yang masih memungkinkan untuk berlangsungnya metabolisme BAL, namun pada perlakuan dan pemeraman yang sama bakteri selulolitik tidak mampu untuk tumbuh.  Perlukajian lanjut terhadap kemungkinan penambahan rasio CLSF dan cairan rumen serta lama waktu fermentasi agar bakteri selulolitik mampu berproliferasi.

 

Kata Kunci:starter, CLSF, cairan rumen, bakteri asam laktat, bakteri selulolitik.

 

ABSTRACT

 

          Experimentto determine the content of lactic acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria tothe pollard fermentation with rumen fluid and extractoffermentedvegetablewastes(EFVW).  Making the EFVW, mixing the wastes of cabbage 80% and mustard 20% with salt 8% and molasses 6.4% of the total vegetable wastes, then cured for 6 days, and it was mechanically exctrcated to get the EFSW.  This research using a complety randomized design (CRD) factorial (2x4) with 4 replication.  The first factor are incubation times, 0 and 48 hours, second factors ratio of EFVW:rumen fluid  (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) and 10:20 (B3).  Analyzes of lactid acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria (CB)were conducted by themethod of standard plate count.  Data were analyzed  of analyst  variant.  The result showed that there was interaction of treatment is significant (p<0,05) on the content of LAB.  Fermentation of EFVW:rumen fluid in 48 hours incubationof B3-treatment afford affect the content with the number 4.05 x 107cell/g the number is greater than 0 hours with time the same is 7.5 x 105.  This result indicate that a timeof fermentation can increase the number of bacteria and the nutrient still allows of the LAB-metabolism, however treatments of ratio EFVW:RF as well as time of curing made the cellulolytic bacteria have not proliferate.

 

Keywords: starter, EFVW, rumen fluid, lactis acid bacteria, cellulolityc bacteria

Keywords


starter, CLSF, cairan rumen, bakteri asam laktat, bakteri selulolitik

Full Text:

Full Text PDF



Lisensi Creative Commons
AAJ diterbitkan oleh Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/aaj



is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats