skip to main content

PERBANDINGAN TIPE MAC PADA JARINGAN KOMUNIKASI SATELIT IRIDIUM DENGAN NS2

Denny Pahlevie1, 2, 3, 4 Sukiswo Sukiswo1, 2, 3, 4Ajub Ajulian Z1, 2, 3, 4

1Jurusan Teknik Elektro , Indonesia

2Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro, Indonesia

3Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang , Indonesia

4 Jawa Tengah 50275, Indonesia

View all affiliations
Editor(s): Aris Triwiyatno

Citation Format:
Abstract

Abstrak

 

Sistem komunikasi satelit  diharapkan mampu menghubungkan rantai komunikasi  ke seluruh daerah di manapun di seluruh permukaan bumi. Salah satu pelayanannya adalah menggunakan jaringan satelit Iridium. Tundaan waktu yang rendah adalah kelebihan utama dari jaringan satelit Iridium, karena jenis layanan satelit ini berada pada orbit rendah. Jaringan satelit Iridium dapat mencakup seluruh permukaan bumi dengan 66 satelitnya yang terus bergerak memutari bumi. Perkembangan dunia informasi mengacu pada keandalan pengiriman paket data, dimana dibutuhkan reabilitas yang tinggi dan tingkat redudansi yang rendah. Metode akses jaringan menjadi salah satu penentu terciptanya layanan yang andal. Oleh sebab itu digunakan dua buah metode akses tipe MAC Pure Aloha dan TDMA untuk dibandingkan kinerjanya pada jaringan satelit Iridium. Kinerja jaringan yang akan dibahas adalah throughput, loss packet, dan delay. Perancangan jaringan terbagi menjadi 3 skenario berdasarkan jarak antara dua stasiun bumi yang sedang berkomunikasi. Berdasarkan jarak tersebut akan terlihat pengaruh adanya handover intersatellite-links antar satelit Iridium. Simulasi jaringan ini dibuat dan diuji menggunakan software Network Simulator 2 (NS2). Hasil pengujian didapatkan nilai-nilai parameter throughput, paket hilang, dan waktu tunda pada kedua tipe MAC, TDMA dan UnsottedAloha untuk setiap skenario berturut-turut adalah sebagai berikut; Skenario1: 1872Kbps dan 520Kbps, 2,55% dan 14,056%, 59,4ms dan 232,9ms. Skenario2: 2640Kbps dan 752Kbps, 1,19% dan 12,485%, 45,2ms dan 182,4ms. Skenario3: 4152Kbps dan 992Kbps, 1,932% dan 8,366%, 33,2ms dan 112,4ms.

Kata Kunci:  Satelit, Iridium, MAC, TDMA, Pure Aloha, NS2,  Handover ISL, Throughput, Paket Hilang, Waktu Tunda

 

 

Abstract

 

Satellite communications systems are expected to connecting the communication chain to all areas anywhere around the earth. One of the services  are use  the Iridium satellite network. Low time delay is the main advantage of the Iridium satellite network, because this type of satellite service is in low orbit.  Iridium satellite network to cover the entire surface of the earth with 66 satellites are constantly moving around the earth. The development of information refers to the reliability of the transmission of data packets, which needed high reliability and redundancy levels are low. Network access method to be one determinant of the creation of a reliable service. Therefore used two types of access methods TDMA MAC Pure Aloha for to compare its performance to the Iridium satellite network. Network performance that will be discussed are throughput, packet loss, and delay. The design of the network is divided into 3 scenarios based on the distance between two earth stations thats communicating. Based on the range will be visible influence the handover intersatellite-links between satellites Iridium. This simulation was created and tested using the software Network Simulator 2 (NS2) Test results obtained parameter values ​​of throughput, packet loss, and delay time in both types of MAC, TDMA and UnsottedAloha for each  scenario is as follows; Scenario1: 1872Kbps and 520Kbps, 2.55% and 14.056%, 59.4 ms and 232.9 ms. Scenario2: 2640Kbps and 752Kbps, 1.19% and 12.485%, 45.2 ms and 182.4 ms. Scenario3: 4152Kbps and 992Kbps, 1.932% and 8.366%, 33.2 ms and 112.4 ms.

 

Key words: Satellie, Iridium, MAC,  TDMA, Pure Aloha, NS2, Handover ISL, Throughput, Loss Packet, Delay
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.