PENGARUH VARIASI INDUKTOR TERHADAP HASIL OPERASI CCM DAN DCM DC CHOPPER TIPE ZETA BERBASIS IC TL494

*Tegar Ubo Laksono  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Trias Andromeda  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Bambang Winardi  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Published: 12 Mar 2018.
Open Access Copyright 2018 TRANSIENT


Citation Format:
Abstract
Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan dibidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah konstan ke tegangan arus searah yang dapat divariasikan adalah dengan menggunakan DC Chopper. DC chopper terdiri dari beberapa konfigurasi yang sering digunakan yaitu buck, boost, buck – boost, cuk, sepic dan zeta. DC Chopper mempunyai 2 mode operasi kerja, yaitu mode DCM (Discontinuous Conduction Mode) dan mode CCM (Continuous Conduction Mode). Banyak penelitian yang memanfaatkan kinerja DC Chopper sebagai penyedia catu daya tegangan searah. Namun dalam penelitian, karakteristik dan mode kerja konverter tidak diperhatikan dan dibahas, sehingga tidak jelas mode operasi apa yang digunakan dalam konverter. Pada Penelitian ini dibuat DC Chopper tipe zeta. Zeta converter tersebut menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik yang dipicu oleh rangkaian kontrol IC TL494. Respon keluaran zeta converter yang akan dibahas meliput respon arus dan tegangan keluaran serta efisiensi daya pada mode operasi DCM dan CCM. Berdasarkan hasil percobaan, pengujian mode DCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 96,3 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 90,368 %. Pengujian mode CCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 86,5 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 91,66287 %.
Keywords: DC Chopper, Zeta Converter, DCM, CCM

Article Metrics: