skip to main content

PENGARUH SINAR ULTRAVIOLET DAN KOMPOSISI FLY ASH PADA BAHAN ISOLASI RESIN EPOKSI SILANE TERHADAP NILAI ARUS BOCOR DENGAN KONTAMINAN NH4Cl DAN AIR HUJAN

1Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro , Indonesia

2Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia

Editor(s): oky prakoso
Open Access Copyright 2017 TRANSIENT

Citation Format:
Abstract
Riset terhadap bahan isolator polimer yang lebih ringan dan dapat ditambahkan pengisi untuk memperbaiki kekuatan isolator masih menjadi sebuah riset, namun kondisi lingkungan akan mempengaruhi kinerja pada isolator polimer di luar ruangan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran arus bocor kondisi basah terhadap permukaan bahan isolator dengan metode pengukuran Inclaned-Planed Tracking (IEC 587:1984) dengan kontaminan NH4Cl dan air hujan. Sampel pengukuran menggunakan bahan isolasi resin epoksi yang terbuat dari campuran DGEBA dan MPDA dengan campuran bahan pengisi silicone rubber dan fly ash. Penuaan dipercepat dilakukan dalam kotak pengukuran yang terdapat paparan radiasi ultraviolet. Parameter yang dianalisa adalah sudut kontak, arus bocor lucutan pertama dan arus puncak. Hasil pengukuran menunjukkan semakin lama radiasi ultraviolet menyebabkan penurunan hidrofobik permukaan dan meningkatnya nilai arus bocor. Penggunaan polutan dengan nilai konduktivitas tinggi menyebabkan semakin tingginya arus bocor lucutan pertama dan arus puncak pada permukaan isolator. Didapatkan penggunaan komposisi pengisi terbaik terdapat pada sampel uji RTV23 dibandingkan RTV22 dan RTV24 dengan daya tahan sudut hidrofobik paling stabil sebesar 48.56% dan rata-rata kenaikan nilai arus bocor lucutan awal sebesar 31.16% dan arus puncak 10.76% terhadap penuaan radiasi ultraviolet.
Fulltext View|Download
Keywords: resin epoksi, fly ash, variasi kontaminan, penuaan dipercepat, sudut kontak, arus bocor

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.