skip to main content

ANALISIS RESETTING RELE ARUS LEBIH AKIBAT PERUBAHAN TRANSFORMATOR DAYA DAN PENAMBAHAN PENYULANG DI GARDU INDUK SRONDOL SEMARANG

1Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia

2Jl. Prof. Sudharto, SH, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia, Indonesia

Editor(s): Aris Triwiyatno

Citation Format:
Abstract
Kebutuhan energi listrik setiap tahun bertambah dan pembebanan trafo pun semakin meningkat. Gardu Induk Srondol memiliki 2 trafo masing – masing trafo berkapasitas 30 MVA dan 31,5 MVA, untuk  trafo 1 (30 MVA) presentase pembebanannya sudah melebihi 80%. PT. PLN UPJ Semarang Selatan pada tahun 2016 melakukan uprating trafo 1 pada gardu Induk Srondol menjadi 60 MVA dan menambah sebuah feeder baru dengan kode SRL 9. Atas dasar tersebut maka setting proteksi baik relay dan recloser berubah dan perlu dilakukan resetting. Pada Penelitian akan ini mempelajari tentang koordinasi resetting peralatan proteksi dari rele arus lebih dan recloser pada penyulang trafo 60 MVA GI Srondol Semarang. Koordinasi sistem proteksi diperoleh berdasarkan setting rele arus lebih yang meliputi, OCR, GFR, dan recloser. Arus setting pada rele arus lebih diatur sesuai dengan masing-masing besar arus gangguan hubung singkat. Hasil koordinasi sistem proteksi diuji sesuai dengan waktu ketahanan konduktor. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh persentase pembebanan trafo setelah uprating kurang dari 80%. Besar arus gangguan hubung singkat minimum adalah 815,6 ampere dan maksimum sebesar 13496 ampere. Waktu kerja peralatan proteksi minimum adalah 0,115 detik pada recloser dan maksimum selama 16,84 detik pada rele arus lebih. Waktu kerja peralatan proteksi yang di peroleh lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk mencapai ketahanan maksimum dari konduktor di penyulang.
Fulltext View|Download
Keywords: sistem distribusi tenaga listrik, presentase pembebanan trafo, gangguan hubung singkat, relay, recloser

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.