PENGARUH HARGA LAHAN TERHADAP INTENSITAS PEMANFAATAN LAHAN DI KORIDOR JALAN MGR. SUGIOPRANOTO-SILIWANGI SEMARANG

Guntur Aditya Purbalangi, Brotosunaryo Brotosunaryo

Abstract

Seiring perkembangan zaman, semakin sulit untuk menemukan lahan kosong di daerah perkotaan  Indonesia. Kalaupun ada, harganya pasti sangatlah tinggi karena semakin strategis letak lahan tersebut maka akan semakin mahal pula harganya. Harga lahan yang tinggi mengakibatkan pemilik lahan mengintensifkan pemanfaatan lahannya agar dapat menutupi biaya sewa lahan yang mahal. Pengintensifan pemanfaatan lahan tersebut yaitu dengan memaksimalkan intensitas pemanfaatan lahan. Akan tetapi, pembangunan tersebut juga diatur oleh pemerintah melalui intensitas pemanfaatan lahan yaitu KDB,KLB, dan GSB agar tidak terjadi penyimpangan pembangunan. Koridor Jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi merupakan koridor yang berada di dekat pusat kota Semarang. Harga lahan pada koridor tersebut cukup mahal dibanding dengan daerah pinggiran karena lokasinya cukup strategis. Didukung dengan teori lokasi Von Thunen yang mengatakan bahwa semakin dekat dengan pusat kota, maka harga lahannya akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga lahan terhadap intensitas pemanfaatan lahan di koridor Jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi Semarang. Dalam penelitian ini analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara harga lahan dengan intensitas pemanfaatan ruang di sepanjang koridor jalan Mgr. Sugiopranoto-Siliwangi yang kemudian didukung dengan pembuktian teori lokasi B.J. Berry(1963) mengenai lonjakan harga pada persimpangan jalan apakah masih berlaku pada wilayah studi atau tidak. Selain itu juga dianalisis mengenai keanekaragaman fungsi ruang yang ada pada wilayah studi seperti persimpangan jalan, jalur pesawat terbang dan sungai banjir kanal barat mengenai bagaimana pengaruhnya terhadap harga lahan dan intensitas pemanfaatan lahannya. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya pengaruh antara harga lahan dengan intensitas pemanfaatan. Berdasarkan analisis regresi sederhana yang dilakukan antara harga lahan terhadap KDB, KLB dan GSB didapatkan angka probabilitias (sig) sebesar kurang dari 0,5 dilihat dari tabel correlation (tabel terlampir pada lampiran 1). Ketentuan mengatakan jika angka probabilitas < 0.05 maka ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Berdasar data yang diperoleh dan dianalisis, antara KDB, KLB dan GSB terhadap harga lahan akhirnya menunjukkan adanya hubungan yang cukup signifikan. Namun, teori Berry (1963) pada penelitian ini tidaklah berlaku karena persimpangan jalan yang memotong memiliki kelas jalan yang lebih kecil sehingga tidak terjadi lonjakan harga.

Keywords

Harga Lahan;Intensitas Pemanfaatan Lahan;Analisis Regresi;Teori Brian Berry

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.