BibTex Citation Data :
@article{JTP60278, author = {Hafidz Kusumo and Untung Budiarto and Eko Hadi}, title = {Penerapan FMEA dan FTA pada Main Engine Kapal Ikan untuk Identifikasi Komponen Kritis dan Prioritas Perawatan}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {FMEA; FTA; Main Engine; Kapal Ikan; Analisis Risiko; Komponen Kritis; Prioritas Perawatan}, abstract = { Keandalan main engine kapal ikan menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran operasi penangkapan ikan, keselamatan awak kapal, dan efisiensi perawatan. Praktik perawatan kapal ikan di Kabupaten Brebes masih banyak dilakukan secara konvensional berdasarkan pengalaman, sehingga diperlukan analisis risiko yang sistematis untuk mengidentifikasi komponen kritis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mode kegagalan, menentukan komponen kritis, menelusuri akar penyebab kegagalan, serta menyusun prioritas perawatan main engine kapal ikan pada tiga kelompok Gross Tonnage (GT). Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menghitung nilai Severity, Occurrence, Detection, dan Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis hubungan sebab-akibat kegagalan. Objek penelitian terdiri atas sembilan kapal ikan di Kabupaten Brebes yang dikelompokkan menjadi GT 30–40, GT 60–70, dan GT 90–100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kritis berbeda pada setiap kelompok GT, yaitu heat exchanger pada GT 30–40 dengan RPN 240, fuel filter pada GT 60–70 dengan RPN 336, dan injector pada GT 90–100 dengan RPN 252. Integrasi FMEA dan FTA dapat digunakan untuk menentukan komponen kritis dan menyusun prioritas perawatan berbasis risiko pada main engine kapal ikan. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/60278} }
Refworks Citation Data :
Keandalan main engine kapal ikan menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran operasi penangkapan ikan, keselamatan awak kapal, dan efisiensi perawatan. Praktik perawatan kapal ikan di Kabupaten Brebes masih banyak dilakukan secara konvensional berdasarkan pengalaman, sehingga diperlukan analisis risiko yang sistematis untuk mengidentifikasi komponen kritis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mode kegagalan, menentukan komponen kritis, menelusuri akar penyebab kegagalan, serta menyusun prioritas perawatan main engine kapal ikan pada tiga kelompok Gross Tonnage (GT). Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menghitung nilai Severity, Occurrence, Detection, dan Risk Priority Number (RPN), serta Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis hubungan sebab-akibat kegagalan. Objek penelitian terdiri atas sembilan kapal ikan di Kabupaten Brebes yang dikelompokkan menjadi GT 30–40, GT 60–70, dan GT 90–100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kritis berbeda pada setiap kelompok GT, yaitu heat exchanger pada GT 30–40 dengan RPN 240, fuel filter pada GT 60–70 dengan RPN 336, dan injector pada GT 90–100 dengan RPN 252. Integrasi FMEA dan FTA dapat digunakan untuk menentukan komponen kritis dan menyusun prioritas perawatan berbasis risiko pada main engine kapal ikan.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License