BibTex Citation Data :
@article{JTP57933, author = {Mohammad Adriansyah and Andi Trimulyono and Berlian Adietya}, title = {Analisa Pengaruh Penambahan Chine,Spray Rails, dan Interceptor Terhadap Kemampuan Self-righting Kapal Patroli Menggunakan Metode CFD}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Kemampuan self-righting merupakan salah satu aspek penting dalam desain kapal patroli untuk meningkatkan keselamatan operasional, khususnya ketika kapal mengalami kemiringan akibat gelombang atau gangguan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan komponen hidrodinamik berupa chine, spray rails, dan interceptor terhadap kemampuan self-righting kapal patroli menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Model kapal yang digunakan merupakan kapal patroli dengan data utama yang telah tersedia, kemudian dimodifikasi menjadi lima variasimodel, yaitu model baseline, model chine, model spray rails, model interceptor, dan model gabungan yang mengombinasikan ketiga modifikasi tersebut. Seluruh model kemudiandisimulasikan untuk menganalisis respon gerakan roll dan kemampuan kapal kembali keposisi tegak setelah diberikan sudut kemiringan awal. Hasil simulasi menunjukkan bahwaseluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik, ditunjukkan dengankemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelah mengalami kemiringan.Selanjutnya, analisis lebih lanjut dilakukan pada model kapal gabungan denganmemvariasikan enam posisi titik berat (center of gravity) yang berbeda untuk mengetahuipengaruh distribusi berat terhadap kemampuan self-righting kapal. Hasil simulasimenunjukkan bahwa seluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik,ditunjukkan dengan kemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelahmengalami kemiringan.Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan posisi titik beratmemberikan pengaruh terhadap karakteristik gerakan roll dan waktu pemulihan kapalmenuju posisi tegak. Secara umum, kombinasi modifikasi lambung serta distribusi titik beratyang tepat dapat meningkatkan performa self-righting kapal patroli. Hasil penelitian inidiharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain kapal patroli yang memiliki stabilitas dan tingkat keselamatan yang lebih baik. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/57933} }
Refworks Citation Data :
Kemampuan self-righting merupakan salah satu aspek penting dalam desain kapal patroli untuk meningkatkan keselamatan operasional, khususnya ketika kapal mengalami kemiringan akibat gelombang atau gangguan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan komponen hidrodinamik berupa chine, spray rails, dan interceptor terhadap kemampuan self-righting kapal patroli menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Model kapal yang digunakan merupakan kapal patroli dengan data utama yang telah tersedia, kemudian dimodifikasi menjadi lima variasimodel, yaitu model baseline, model chine, model spray rails, model interceptor, dan model gabungan yang mengombinasikan ketiga modifikasi tersebut. Seluruh model kemudiandisimulasikan untuk menganalisis respon gerakan roll dan kemampuan kapal kembali keposisi tegak setelah diberikan sudut kemiringan awal. Hasil simulasi menunjukkan bahwaseluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik, ditunjukkan dengankemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelah mengalami kemiringan.Selanjutnya, analisis lebih lanjut dilakukan pada model kapal gabungan denganmemvariasikan enam posisi titik berat (center of gravity) yang berbeda untuk mengetahuipengaruh distribusi berat terhadap kemampuan self-righting kapal. Hasil simulasimenunjukkan bahwa seluruh variasi model memiliki kemampuan self-righting yang baik,ditunjukkan dengan kemampuan kapal untuk kembali ke posisi keseimbangan setelahmengalami kemiringan.Hasil simulasi menunjukkan bahwa perubahan posisi titik beratmemberikan pengaruh terhadap karakteristik gerakan roll dan waktu pemulihan kapalmenuju posisi tegak. Secara umum, kombinasi modifikasi lambung serta distribusi titik beratyang tepat dapat meningkatkan performa self-righting kapal patroli. Hasil penelitian inidiharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain kapal patroli yang memiliki stabilitas dan tingkat keselamatan yang lebih baik.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License