BibTex Citation Data :
@article{JTP57843, author = {Arneta Mega Sundari and Hartono Yudo and Tuswan Tuswan}, title = {Uji Material Insulasi Termal LNG ISO Tank Pada Temperature Ruang.}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Insulasi termal; Polyurethane foam; Serat fiberglass; Polystyrene; LNG ISO Tank; Konduktivitas termal; Kekerasan Shore D.}, abstract = { Liquefied Natural Gas (LNG) memerlukan sistem insulasi termal yang mampu mempertahankan suhu rendah selama proses penyimpanan dan transportasi untuk meminimalkan terjadinya perpindahan panas dan boil-off gas. Polyurethane foam merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai insulasi termal, namun masih diperlukan upaya peningkatan karakteristik mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat fiberglass terhadap densitas, konduktivitas termal, dan kekerasan Shore D polyurethane foam serta membandingkannya dengan polystyrene foam sebagai material insulasi LNG ISO Tank pada suhu ruang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat spesimen polyurethane foam menggunakan variasi fraksi massa serat fiberglass sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian densitas dilakukan berdasarkan ASTM C134-95, pengujian konduktivitas termal mengacu pada ASTM E1225, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Shore D berdasarkan ASTM D2240. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh penambahan fiberglass terhadap karakteristik termal dan mekanik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi massa fiberglass menyebabkan densitas meningkat dari 0,034 g/cm³ menjadi 0,072 g/cm³ serta meningkatkan nilai konduktivitas termal dari 0,0316 kcal/m·jam·°C menjadi 0,0359 kcal/m·jam·°C. Nilai kekerasan Shore D tertinggi diperoleh pada variasi fiberglass 10% sebesar 82 Shore D. Polystyrene foam memiliki nilai konduktivitas termal yang lebih rendah yaitu 0,0297–0,0305 kcal/m·jam·°C sehingga memberikan kemampuan insulasi termal yang lebih baik. Namun, polyurethane foam berpenguat fiberglass memiliki sifat mekanik yang lebih unggul. Oleh karena itu, penambahan fiberglass sebesar 10% dapat dianggap sebagai komposisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara kemampuan insulasi termal dan kekuatan mekanik material. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/57843} }
Refworks Citation Data :
Liquefied Natural Gas (LNG) memerlukan sistem insulasi termal yang mampu mempertahankan suhu rendah selama proses penyimpanan dan transportasi untuk meminimalkan terjadinya perpindahan panas dan boil-off gas. Polyurethane foam merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai insulasi termal, namun masih diperlukan upaya peningkatan karakteristik mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat fiberglass terhadap densitas, konduktivitas termal, dan kekerasan Shore D polyurethane foam serta membandingkannya dengan polystyrene foam sebagai material insulasi LNG ISO Tank pada suhu ruang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat spesimen polyurethane foam menggunakan variasi fraksi massa serat fiberglass sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian densitas dilakukan berdasarkan ASTM C134-95, pengujian konduktivitas termal mengacu pada ASTM E1225, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Shore D berdasarkan ASTM D2240. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh penambahan fiberglass terhadap karakteristik termal dan mekanik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi massa fiberglass menyebabkan densitas meningkat dari 0,034 g/cm³ menjadi 0,072 g/cm³ serta meningkatkan nilai konduktivitas termal dari 0,0316 kcal/m·jam·°C menjadi 0,0359 kcal/m·jam·°C. Nilai kekerasan Shore D tertinggi diperoleh pada variasi fiberglass 10% sebesar 82 Shore D. Polystyrene foam memiliki nilai konduktivitas termal yang lebih rendah yaitu 0,0297–0,0305 kcal/m·jam·°C sehingga memberikan kemampuan insulasi termal yang lebih baik. Namun, polyurethane foam berpenguat fiberglass memiliki sifat mekanik yang lebih unggul. Oleh karena itu, penambahan fiberglass sebesar 10% dapat dianggap sebagai komposisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara kemampuan insulasi termal dan kekuatan mekanik material.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License