skip to main content

Analisis Kekuatan Laminasi Serat Bambu Apus Dan Fiberglass (Chopped Strand Matt) Dengan Bentuk Lengkung (Curve)

*Hilmy Charis Alfareza Hariyanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl.Prof. Sudarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl.Prof. Sudarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Ahmad Firdhaus  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl.Prof. Sudarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Penggunaan bahan komposit berbasis serat alami semakin ditingkatkan sebagai alternatif dari material konstruksi kapal yang lebih ramah lingkungan dan memiliki karakteristik mekanik yang unggul. Bambu apus (Gigantochloa apus) adalah salah satu jenis serat alami yang berpotensi dikembangkan menjadi material komposit struktural, mengingat ketersediaannya yang baik serta kemampuan mekaniknya yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak variasi sudut kelengkungan terhadap kekuatan impak dan kekuatan tekuk dari komposit laminasi bambu apus dan fiberglass menggunakan matriks resin epoxy. Spesimen dirakit dengan metode hand lay-up yang terdiri dari lapisan laminasi bambu apus dan fiberglass chopped strand mat pada sudut kelengkungan yang bervariasi, yaitu 0°, 8,74°, 17,10°, dan 24,77°. Pengujian kekuatan impak dilakukan sesuai standar ISO 179-1, sedangkan pengujian kekuatan tekuk mengikuti standar ASTM D7264 dengan metode three-point bending. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sudut kelengkungan berdampak positif terhadap sifat mekanik dari komposit. Nilai kekuatan impak mengalami peningkatan dari 108,06 kJ/m² pada sudut 0° menjadi 138,90 kJ/m² pada sudut 24,77°. Di sisi lain, kekuatan tekuk meningkat dari 326,50 MPa menjadi 380,87 MPa. Semua spesimen memenuhi batas minimum kekuatan tekuk sesuai dengan Rules for Fiberglass Reinforced Plastic Ships yang dikeluarkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Variasi sudut kelengkungan 24,77° menunjukkan karakteristik mekanik terbaik dan berpotensi digunakan sebagai material alternatif dalam struktur kapal dengan bentuk melengkung
Keywords: Uji Impak; Uji Teku;, Komposit; Lengkung; Fiberglass; Bambu Apus
Article Info
Section: Articles
Language : EN
  1. S. Handayani, “ANALISIS PENGUJIAN STRUKTUR BALOK LAMINASI KAYU SENGON DAN KAYU KELAPA,” Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, vol. 18, no. 1, 2016, doi: 10.15294/jtsp.v18i1.6693
  2. N. N. Belatrix, Y. Arnandha, and D. Firmansyah, “Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater,” Inersia, vol. 18, no. 1, 2022, doi: 10.21831/inersia.v18i1.48260
  3. D. L. Zariatin, M. A. Ravizqi, and A. S. Siregar, “Analisis Pengaruh Waktu Perebusan Serat Bambu Apus (Gigantochloa Apus) Pada Larutan NaOH Terhadap Beban Tarik,” Submission 23, 2023
  4. I. G. P. A. Suryawan, N. Suardana, I. K. Suarsana, I. P. Lokantara, and I. K. J. Lagawa, “Kekuatan Tarik dan Lentur pada Material Komposit Berpenguat Serat Jelatang,” Jurnal Energi Dan Manufaktur, vol. 12, no. 1, 2019, doi: 10.24843/jem.2019.v12.i01.p02
  5. R. H. Setyanto, I. Priyadithama, and N. Maharani, “Pengaruh Faktor Jenis Kertas, Kerapatan dan Persentase Perekat Terhadap Kekuatan Bending Komposit Panel Serap Bunyi Berbahan Dasar Limbah Kertas dan Serabut Kelapa,” PERFORMA : Media Ilmiah Teknik Industri, vol. 10, no. 2, 2011
  6. T. Mutia, S. Sugesty, H. Hardiani, T. Kardiansyah, and H. Risdianto, “POTENSI SERAT DAN PULP BAMBU UNTUK KOMPOSIT PEREDAM SUARA,” JURNAL SELULOSA, vol. 4, no. 01, 2016, doi: 10.25269/jsel.v4i01.54
  7. A. Purna Irawan and dan I. Wayan Sukania, “Kekuatan Tekan dan Flexural Material Komposit Serat Bambu Epoksi,” Jurnal Teknik Mesin, vol. 14, no. 2, 2013
  8. W. Zhang, X. Zhang, Z. Qin, Y. Wu, W. Zhang, and R. Yang, “High-transparency polysilsesquioxane/glycidyl-azide-polymer resin and its fiberglass-reinforced composites with excellent fire resistance, mechanical properties, and water resistance,” Compos B
  9. Jurnal Teknik Perkapalan, Vol. XX, No. X Januari 20XX 9
  10. Eng, vol. 219, 2021, doi: 10.1016/j.compositesb.2021.108913
  11. T. Tuswan et al., “Correlation between lamina directions and the mechanical characteristics of laminated bamboo composite for ship structure,” Curved and Layered Structures, vol. 10, no. 1, 2023, doi: 10.1515/cls-2022-0186
  12. A. A. Annaafi, I. Yasin, and M. A. Shulhan, “Analisis Kuat Lentur Balok Laminasi Lengkung dengan Perekat Epoxy,” AGREGAT, vol. 4, no. 1, 2019, doi: 10.30651/ag.v4i1.2819
  13. N. Utami and E. Cahyo, “SIFAT MEKANIK KOMPOSIT FIBERGLASS MELALUI UJI LENTUR,” Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine, vol. 8, no. 2, 2022, doi: 10.56521/teknika.v8i2.798
  14. F. Lutfi, “Pembuatan Model Papan Selancar Komposit Serat Bambu Menggunakan Vacuum Bagging,” Tugas Akhir, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, 2018
  15. W. Sujarwo, I. B. K. Arinasa, and I. N. Peneng, “POTENSI BAMBU TALI ( Gigantochloa apus J . A . & J . H . Schult .,” UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali - LIPI, vol. 21, no. 2, 2010
  16. P. Manik, H. Yudo, and F. A. Siahaan, “Pengaruh Susunan dan Ukuran Bilah Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Dan Bambu Apus (Gigantochloa apus) Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan Dan Kekuatan Lentur Untuk Komponen Konstruksi Kapal,” Kapal, vol. 14, no. 3, 2017, doi: 10.14710/kpl.v14i3.16491
  17. A. Chandra and A. Asroni, “PENGARUH KOMPOSISI RESIN POLIYESTER TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT YANG DIPERKUAT SERAT BAMBU APUS,” Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin, vol. 4, no. 2, 2017, doi: 10.24127/trb.v4i2.68
  18. P. Gunawan, “Pengaruh Jenis Perekat Terhadap Keruntuhan Lentur Balok Laminasi Galar Dan Bilah Vertikal Bambu Petung,” Media Teknik Sipil, vol. 7, no. 1, 2009
  19. D. Istanta, “Analisis Pengaruh Texture Serat Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Aramid Epoksi Prepreg,” Indept, vol. 3, no. 1, 2013
  20. Hermawan, Dian W., et al. "Ketahanan Tekan Komposit Dari Resin Epoksi Berpenguat Serat Bambu." Jurnal Fisika Unnes, vol. 5, no. 1, 2015
  21. P. Manik, S. Samuel, T. Tuswan, S. Jokosisworo, and R. K. Nadapdap, “Mechanical properties of laminated bamboo composite as a sustainable green material for fishing vessel: Correlation of layer configuration in various mechanical tests,” J Mech Behav Mater, vol. 31, no. 1, 2022, doi: 10.1515/jmbm-2022-0075
  22. P. Prima Tambunan, H. Yudo, P. Manik, and L. Pengelasan, “JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Analisa Teknis Papan Laminasi Serat Bambu Petung Dengan Serat Fiberglass Woven Roving Untuk Material Kulit Kapal,” Jurnal Teknik Perkapalan, vol. 10, no. 2, 2022
  23. “Mohd.Hafiz Bin Baharuddin, Prof. Dr. Parlindungan Manik S,T. M,T, Ir. Kiryanto M,T.,” Analisis Kombinasi Laminasi Serat Bambu Apus dengan Fiberglass (Chopped Strand Matt) Menggunakan Teknik Anyaman Dicetak Lengkung (Curve) untuk Material Kulit Kapal, vol. 13, p. 9, 2025

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.