BibTex Citation Data :
@article{JTP55997, author = {Joanne Kipuw and Ari Santoso and Hartono Yudo}, title = {Pengaruh Variasi Bentuk Kampuh Dengan Proses Post Weld Heat Treatment Annealing Pengelasan SMAW Baja SS400 Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak}, journal = {Jurnal Teknik Perkapalan}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Baja SS400; SMAW; Kampuh Las; Kekuatan Tarik; Impak}, abstract = { Baja SS 400 merupakan material struktural yang termasuk baja karbon rendah yang umum dijadikan bahan pembuatan kontruksi terutama pada industri perkapalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bentuk kampuh berupa single V-Groove dan double V-Groove 65° pengelasan SMAW posisi 1G (Down Hand) yang diberikan perlakuan panas berupa Post Weld Heat Treatment (PWHT) Annealing terhadap sifat mekanis baja SS 400. Pengujian tarik dan impak mengacu pada standar ASTM E8 dan ASTM E23. Hasil penelitian menunjukan bahwa double V-Groove dengan PWHT memiliki nilai tegangan tarik 400,48 MPa, nilai regangan tarik 17,5%, nilai modulus elastisitas 26,04 GPa dengan harga impak 0,92 J/mm² sedangkan double V-Groove tanpa PWHT memiliki nilai tegangan tarik 406,12 MPa, nilai regangan tarik 15,5%, nilai modulus elastisitas 27,1 GPa dengan harga impak 0,76 J/mm². Single V-Groove dengan PWHT memiliki nilai tegangan tarik 347,26 MPa, nilai regangan tarik 8%, nilai modulus elastisitas 57,9 GPa dengan harga impak 1,02 J/mm² sedangkan single V-Groove tanpa PWHT memiliki nilai tegangan tarik 370,10 MPa, nilai regangan tarik 4,5%, nilai modulus elastisitas 84,08 GPa dengan harga impak 0,95 J/mm². Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Double V-Groove tanpa PWHT memperoleh nilai kekuatan tarik tertinggi sedangkan Single V-Groove dengan PWHT memperoleh harga impak tertinggi. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval/article/view/55997} }
Refworks Citation Data :
Baja SS 400 merupakan material struktural yang termasuk baja karbon rendah yang umum dijadikan bahan pembuatan kontruksi terutama pada industri perkapalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari bentuk kampuh berupa single V-Groove dan double V-Groove 65° pengelasan SMAW posisi 1G (Down Hand) yang diberikan perlakuan panas berupa Post Weld Heat Treatment (PWHT) Annealing terhadap sifat mekanis baja SS 400. Pengujian tarik dan impak mengacu pada standar ASTM E8 dan ASTM E23. Hasil penelitian menunjukan bahwa double V-Groove dengan PWHT memiliki nilai tegangan tarik 400,48 MPa, nilai regangan tarik 17,5%, nilai modulus elastisitas 26,04 GPa dengan harga impak 0,92 J/mm² sedangkan double V-Groove tanpa PWHT memiliki nilai tegangan tarik 406,12 MPa, nilai regangan tarik 15,5%, nilai modulus elastisitas 27,1 GPa dengan harga impak 0,76 J/mm². Single V-Groove dengan PWHT memiliki nilai tegangan tarik 347,26 MPa, nilai regangan tarik 8%, nilai modulus elastisitas 57,9 GPa dengan harga impak 1,02 J/mm² sedangkan single V-Groove tanpa PWHT memiliki nilai tegangan tarik 370,10 MPa, nilai regangan tarik 4,5%, nilai modulus elastisitas 84,08 GPa dengan harga impak 0,95 J/mm². Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Double V-Groove tanpa PWHT memperoleh nilai kekuatan tarik tertinggi sedangkan Single V-Groove dengan PWHT memperoleh harga impak tertinggi.
Last update:
Jurnal Teknik Perkapalan oleh http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/naval disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License