Analisa Pengaruh Temperatur Normalizing Pada Sambungan Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Terhadap Kekuatan Tarik , Tekuk dan Mikrografi Baja Karbon Rendah

*Hristo Anggigi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
ahmad fauzan zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 Sep 2019; Published: 19 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Baja SS 400 adalah jenis baja karbon rendah yang mempunyai kadar karbon dibawah 0,3%. Pada bidang perkapalan baja karbon rendah merupakan bahan utama untuk pembuatan konstruksi kapal,seperti pada konstruksi lambung kapal. Pengelasan SMAW (Shielded-Metal Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las baja SS 400 dengan perbedaan suhu dari perlakuan panas normalizing. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen , dimulai dari mempersiapkan baja SS400, pemotongan baja,pengelasan baja , normalizing hingga uji. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor besar suhu pada perlakuan normalizing pada hasil pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan tidak diberi perlakuan apapun memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391,02 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,85%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 182,28 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 457,1 MPa. Baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing dengan suhu sebesar 900°C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 290,27 MPa, rata-rata regangan sebesar 52,29%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 150,67 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 405,68 MPa dan Baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing 975°C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 289,24 MPa, rata-rata regangan sebesar 52,83%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 119,91 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 367,18 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS 400 dengan diberi perlakuan normalizing dengan suhu 900°C memiliki kekuatan yang lebih besar daripada specimen yang diberi perlakuan normalizing dengan suhu 975°C.

Article Metrics:

  1. Siswanto. Konsep Dasar Teknik Las (Teori dan Praktik). Jakarta : P.T Prestasi Pustakarya. 2011.
  2. Bondan, T. Sofyan. Pengantar Material Teknik Jakarta: Salemba Teknika. 2010.
  3. Wiryosumarto. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta. 2000
  4. V. Sardi. Pengaruh Normalizing dengan Variasi Waktu Penahanan Panas (Holding Time) Baja ST 46 terhadap Uji Kekerasan, Uji Tarik, dan Uji Mikrografi. Semarang : Jurnal Teknik Perkapalan. Vol. 6, No 1 : 142-149. 2008.
  5. M. Karokaro. Pengaruh normalizing ulang terhadap sifat kelelahan baja DIN 42MnV7, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. 2001.
  6. A. Sarwo. Pengaruh proses normalizing terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro pada sambungan las thermite baja NP 42. Semarang: Jurnal Teknik Mesin. Universitas Diponegoro. 2014.
  7. H. Pratikno. Pengaruh jenis proses las FCAW/SMAW dan salinitas terhadap sifat mekanik weld joint material baja pada underwater welding di lingkungan laut. Surabaya: Jurnal Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. 2009.
  8. T. Surdia. Pengetahuan Bahan Teknik. Edisi 2. PT Pradnya Paramita. Jakarta. 1995.
  9. S. Widharto. Petunjuk Kerja Las. Cetakan Keenam. PT Pradnya Paramita. Jakarta. 1995.
  10. E. Lincoln. The Procedure Hand Book Of Arc Welding. Edisi Ke 2. Ohio. 1973.
  11. H. Wiryoso. Teknologi Pengelasan Logam. Cetakan ke-7. PT. Pradnya Paramitha, Jakarta. 1996.
  12. Winkler. The Welding Engineer’s Current Knowledge. Edition 06/07. Institute in the German Welding Society. 2006.
  13. ASTM E8/E8M-09. Standard Specification for Aluminum and Aluminum- Alloy Sheet and Plate. USA. 2009.
  14. ASTM E190-14. Standard Test Method for Guided Bend Test for Ductility of Welds. 2014.
  15. R. Setiaji. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI. 2009.