Analisa Kekuatan Struktur Chain Stopper Pada Spread Mooring Terhadap Kapal Floating Storage And Offloading (FSO) Di Perairan Lepas Pantai Natuna Indonesia

Daryl Fabya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Ahmad Fauzan Zakki  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 11 Sep 2019; Published: 14 Oct 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Chain Stopper merupakan peralatan mooring system yang digunakan untuk mengunci dan menahan mooring line tension agar rantai mooring tidak terulur sehingga kapal FSO dapat tertambat dengan stabil. Tugas akhir ini melakukan analisa kekuatan chain stopper terhadap mooring line tension maksimum untuk kondisi intact dan damage. Analisa kekuatan chain stopper menggunakan software berbasis analisa struktur. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap chain stopper pada FSO Barakuda, dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan maksimum struktur chain stopper saat intact condition adalah sebesar 173,35 MPa dengan pembebanan total sebesar 4,16 x106 N dari gaya tarik mooring line terbesar pada saat intact condition, sedangkan tegangan maksimum struktur chain stopper saat damage condition adalah sebesar 245,46 MPa dengan pembebanan total sebesar 5,89 x106 N dari gaya tarik mooring line terbesar pada saat damage condition. Dengan nilai safety factor untuk intact dan damage condition masing-masing adalah sebesar 2,048 dan 1,446 yang menunjukkan bahwa chain stopper aman untuk beroperasi.

Keywords: Chain Stopper; Spread Mooring; Floating Storage And Offloading; Stress

Article Metrics:

  1. Lewis, W. E. Principles of Naval Architecture (Second Revision), Volume III - Motions in Waves and Controllability. Jersey City, NJ: Society of Naval Architects and Marine Engineers,1998.
  2. Fauzan, Ahmad. Analisa Kekuatan Spread mooring Pada Sistem Tambat FDPSO Berbentuk Silinder Di Perairan Lepas Pantai Barat Natuna-Indonesia Menggunakan FEM. Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016)
  3. Hidayat, Jamhari. Analisis Tegangan Lokal Maksimum Struktur Chain Stopper Pada Hexagonal Single Buoy Mooring Terhadap FSO Saat Sistem Offloading, Ocean engineering, 2017.
  4. Afdhal, Ikbal. Optimasi Disain Spread Mooring Dengan Konfigurasi Variasi Line Terhadap Six Degrees Of Freedom (DOF) Olah Gerak Pada Kapal Floating Storage And Offloading (FSO),Teknik Perkapalan, Vol. 7 No. 1 Januari 2019
  5. Medco E&P Natuna. Spread mooring Analysis Report Belida FSO Project. Jakarta, 2016
  6. Naval fasilities engineering commad. Fleet Moorings Basic Criteria Planning Guidelines. Virginia,1985
  7. B.V. Clasification of Mooring System for Permanent and Mobile Offshore Units, France: Bureau Veritas, 2015
  8. ABS Grade DH36. "Steel plate for shipbuidling and repairing". Yusheng Iron And Steel Co.,Ltd
  9. DNV. DNV OS E301 - Position Mooring. Norway: Det Norske Veritas. DNV, 2004.
  10. Popov, E P. 1996. “Mekanika Teknik”. Erlangga. Indonesia