Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik pada Sambungan Las Baja SS400 Pengelasan MAG Dengan Variasi Arus Pengelasan dan Media Pendingin Sebagai Material Lambung Kapal

*Nanda Julian  -  Diponegoro University, Indonesia
Received: 27 Aug 2019; Published: 6 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Baja SS400 termasuk jenis baja karbon rendah, baja jenis karbon rendah memiliki sifat ulet dan tangguh sehingga sering digunakan untuk bahan konstruksi bangunan maupun konstruksi kapal. Pemilihan kuat arus pengelasan dan penambahan media pendingin yang tepat dapat menghasilkan sambungan las yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji kekuatan tarik dari sambungan las baja SS400 dengan pengelasan MAG, untuk mengetahui pengaruh beda kuat arus 90 A dan 100 A terhadap ketahanan uji tarik serta bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media pendingin collent, air, udara terhadap ketahanan uji tarik sambungan las baja SS400. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimulai dari mempersiapkan baja SS400, pemotongan baja, pengelasan dengan kuat arus 90 A dan 100 A kemudian pendinginan dengan media pendingin collent, air, udara secara spontan. Proses selanjutnya adalah pembuatan spesimen kemudian pengujian tarik setiap spesimen. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi untuk meningkatkan mutu sambungan las baja.  Setelah dilakukan pengujian menunjukkan bahwa RAW material baja SS 400 memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391,02 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,71%, rata-rata modulus elastisitas sebesar 202 Gpa. Pendinginan collent dengan kuat arus 90 A dan 100 A memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 396,18 Mpa dan 394,74 MPa, rata-rata regangan sebesar 44,04 % dan 43,04 %, rata-rata modulus elastisitas sebesar 245 Gpa dan 251GPa. Pendinginan air dengan kuat arus 90 A dan 100 A memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 409 Mpa dan 409,62 MPa , rata-rata regangan sebesar 46,65 % dan 48,4 %, rata-rata modulus elastisitas sebesar 254 Gpa dan 239 GPa. Pendinginan udara dengan kuat arus 90 A dan 100 A memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 391,15 Mpa dan 389,76 MPa , rata-rata regangan sebesar 48,79 % dan 47,6 %, rata-rata modulus elastisitas sebesar 224 Gpa dan 221 GPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja SS400 dengan media pendingin air dengan kuat arus pengelasan 90 A maupun 100 A memiliki kekuatan tarik terbesar dari jenis pendingin dan kuat arus lainnya. Untuk regangan tarik tertinggi ada pada variasi pendinginan udara pada kuat arus 90 A. Dan untuk media pendingin air 90 A memiliki harga modulus elastisitas tertinggi.

 

Article Metrics:

  1. H. Wiryosumarto, “Teknologi Pengelasan Logam,” Jakarta : Pradnya Paramita, 2004.
  2. A. Hanafi, "Pengaruh jenis media pendingin terhadap kekuatan tarik sambungan logam las plat baja St-60 dengan pengelasan MIG/MAG," SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin-Fakultas Teknik UM , 2012.
  3. H. Saputra, A. Syarief, and Y. Maulana, “Analisis Pengaruh Media Pendingin Terhadap Kekuatan Tarik Baja St37 Pasca Pengelasan Menggunakan Las Listrik,” J. Ilm. Tek. Mesin Unlam, vol. 03, no. 2, pp. 91–98, 2014.
  4. Y. Maulana, "Analisis Kekuatan Tarik Baja St37 Pasca Pengelasan dengan Variasi Media Pendingin Menggunakan Smaw," Journal Scientific Of Mechanical Engineering 1.2, 2017.
  5. Jones D (n.d), “Pengertian Pengelasan,” 2015. [Online] DOI: [Diakses06Maret2019]
  6. Planckaert, J. Pierre, et al, “Modeling of MIG/MAG welding with experimental validation using an active contour algorithm applied on high speed movies, Applied Mathematical Modelling,” 34, pp. 1004–1020, 2010.
  7. Jingnana, Peng, Lixin, Yang, “The Mathematical Model Research on MIG Groove Welding Process,” Procedia Engineering, 157, pp. 357 – 364, 2016.
  8. F. B. Susetyo, Syaripuddin, and S. Hutomo, “Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG,” Jurnal Mechanical, 4(2), 13, 2013.
  9. A. H. Yumono, “Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujuian Merusak (Destructive Testing),” Jakarta: Departemen Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009.
  10. R. Setiaji, “Pengujian Tarik,” Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI, 2009.
  11. ASTM E8/E8M-09, “Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate,” USA, 2009.
  12. B. Y. Febri, “Analisa Sifat Mekanik Hasil Pengelasan GMAW Baja SS400 Studi Kasus di PT.INKA Madiun,” Surabaya: Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin ITS, 2011.
  13. Biro Klasifikasi Indonesia, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding,” Jakarta, 2013.