Pengaruh Perubahan General Arrangement Kapal Perintis 500 DWT Terhadap Perfomance Stabilitas dan Seakeeping

*Rifki Hanif Sya'ban  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275
Received: 28 Nov 2018; Published: 15 Apr 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 46
Abstract
Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena stabilitas dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. Dalam penelitian ini, akan diketahui bagaimana pengaruh perubahan general arrangement terhadap stabilitas kapal perintis 500 DWT. Setelah dilakukan perhitungan analisa stabilitas kapal perintis 500 DWT, maka didapatkan hasil perbandingan dari semua model yang paling berpengaruh untuk menambah stabilitas adalah model sesudah perubahan. Model sebelum perubahan kondisi penuh memiliki nilai GZ 2,222 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 58,2‘ dan model sesudah perubahan kondisi penuh memiliki nilai GZ 2,488 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 60‘ yang memiliki perbedaan sebesar 11,9%, sedangkan pada kondisi setengah penuh, model sebelum perubahan memiliki nilai GZ 1,660 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 53,6‘ dan model sesudah perubahan memiliki nilai GZ 1,990 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 56,4‘ yang memiliki perbedaan sebesar 19,8% dan pada kondisi kosong, model sebelum perubahan memiliki nilai GZ 1,954 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 56,4‘ dan model sesudah perubahan memiliki nilai GZ 2,386 M dengan derajat kemiringan (angle of heel) 60‘ yang memiliki perbedaan sebesar 22,10%.
Keywords: Stabilitas, Kapal Perintis, Seakeeping

Article Metrics:

  1. http://setkab.go.id/dukung-tol-laut pemerintah-bangun-50-kapal-perintis-dan-3-kapal-induk-perambuan/
  2. -Mar-2018]
  3. http://setkab.go.id/tol-laut-dan pembangunan-inklusif/
  4. -Mar-2018]
  5. Maria. L. Y, Analisa Stabilitas Kapal Perintis 500 DWT Setelah Penambahan Variasi Posisi Sudut dan Lebar Bilga Keel, S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, 2017.
  6. Dian. P. P, Analisa Seakeeping dan Prediksi Motion Sickness Incidence (MSI) Pada Kapal Perintis 500 DWT Dalam Tahap Desain Awal (Initial Design), S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, 2016.
  7. Najma. H, Analisa Stabilitas dan Olah Gerak TK. Permata Barito 460 DWT Setelah Penambahan Crawler Crane Dengan Variasi Posisi Sudut Angkat dan Rotasi, S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, 2018.
  8. R. H. Sya’ban, Perubahan General Arrangement Kapal Perintis 500 DWT Terhadap Performance Stabilitas dan Seakeeping “Laporan Tugas Akhir Department S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro.” 2018.
  9. “BMKG - Ocean Forecast System.” [Online]. Available: http://peta-maritim.bmkg.go.id/static/. [Accessed: 03-Juli-2018].
  10. Hind J. Trim Stability of Fishing Vessel. Fishing News (books)Ltd. London 120p. 1967.
  11. Y. Hu, J. Tang, S. Xue, S. Liu, Stability Criterion and It’s Calculation for Sail-Assisted Ship, Merchant Marine College, Shanghai Maritime University, 2015.
  12. M. Iqbal, G. Rindo, J. T. Perkapalan, F. Teknik, and U. Diponegoro, “Pengaruh Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Gerakan Slamming Pada Kapal Perintis 200 DWT,” J. Tek. Perkapalan Univ. Diponegoro, pp. 45–54, 2016.
  13. P. Utomo, Studi Perancangan Kapal Katamaran Medium Speed Ro-Pax Untuk Lintas Tanjung Pinang (Kepri) – Tanjung Buton (Riau) Guna Mendukung Konektivitas Antar Daerah, Teknik Perkapalan, Universitas Diponegoro, 2017.