Perbandingan Stress Analysis pada Pipeline CPP-ORF PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dengan Menggunakan Software Berbasis Elemen Hingga

*Marandika Asa Wardyanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hartono Yudo  -  , Indonesia
Imam Pujo Mulyatno  -  , Indonesia
Received: 20 Sep 2018; Published: 19 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 151
Abstract
Piping Stress analysis adalah suatu cara perhitungan tegangan (stress) pada pipa yang diakibatkan oleh beban statis dan beban dinamis yang merupakan efek resultan dari gaya gravitasi, perubahan temperatur, tekanan di dalam dan di luar pipa. Untuk itu dilakukan perbandingan analisa tegangan pada pipeline dari CPP menuju ke pig receiver di ORF PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore. Perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak khusus perpipaan yaitu caesarII dan autopipe, dibandingkan dengan perangkat lunak berbasis elemen hingga. Dalam kasus ini perangkat lunak yang dipakai adalah MSC Nastran patran. Model pipeline memiliki diameter luar 14 inci dan ketebalan pipa 0.5 inci. Pipa tersebut diberi tekanan sebesar 960 psi dan suhu 1200F sesuai dengan keadaan lapangan. Hasil analisa didapat nilai tegangan pipa pada perangkat lunak caesarII sebesar 13440 psi (32.5%) dan pada autopipe sebesar 13227 psi (32%). Kedua hasil dikatakan aman dikarenakan memiliki nilai dibawah Specified Minimum Yield Strength (SMYS)nya yakni sebesar 46000 psi dan memiliki perbedaan rasio 0.5%. Pada perangkat lunak berbasis elemen hngga dianalisa bagian dari sistem perpipaan, dan didapat tegangan maksimal yang bekerja sebesar 16400 psi, sedangkan pada titik yang sama didapatkan hasil pada caesarII sebesar 15000 psi dan autopipe sebesar 14482 psi. Hal ini berarti, terdapat perbedaan hasil antara software khusus perpipaan dengan software berbasis elemen hingga, tetapi masih dalam ketentuan aman dan dapat diterima sesuai dengan ASME B31.8.
Keywords: Pipeline; CaesarII; Autopipe; Pipe Stress Analysis

Article Metrics:

  1. A. Kurnia, “Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Bongkar Muat Kapal Tanker MT. Avila 6300 DWT dengan Menggunakan Perangkat Lunak Caesar II v5.10,” J. Tek. Perkapalan, 2010.
  2. S. Kannappan, “Introduction to Pipe Stress Analysis.” A Willey-Interscience Publication, Tennessee, p. 255, 1986.
  3. A. F. Renatasari, H. Yudo, and I. P. Mulyatno, “Analisis Kekuatan Pipa Elbow 90° dengan Variasi D/t pada Pipeline, Akibat Beban Momen Bending Anggita,” J. Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 4, pp. 858–863, 2017.
  4. B. Muhammad, H. Yudo, and B. Arswendo A., “Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Filling Shed Pada Terminal LPG Opsico-Pertamina Semarang Berdasarkan Jarak Support Akibat Beban Lingkungan Dengan Metode Elemen Hingga,” J. Tek. Perkapalan, vol. 5, no. 1, pp. 20–26, 2017.
  5. A. Code B31.8, “Gas Transmission and Distribution Piping Systems,” Am. Soc. Mech. Eng. Int., vol. 2010, 2010.
  6. L. Peng, “Stress Analysis Methods for Underground Pipe Lines.” AAA Technologyand Specialities Go, Houston.
  7. A. Code B16.5, H. Sonderegger, and M. R. Nayyar P, “Pipe Flanges and Flanged Fittings Metric / Inch Standard,” Am. Soc. Mech. Eng. Int., vol. 2003, pp. 1–203, 2003.
  8. E. P. Popov, Mechanics Of Materials, 2nd ed. Erlangga, 1984.
  9. COADE Inc., Manual Caesar II User’s Guide. Houston: COADE Inc., 2000.
  10. M. Nayyar, R. King, and S. Crocker, “Piping Handbook 7th Edition,” Slurry Sludge Pip., pp. 1–36, 2000