Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Mikrografi, dan Kekerasan Baja ST 41 Sebagai Material Poros Propeller Setelah Proses Quenching dan Tempering

*M. Arrighi Feyzar Pra  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Received: 30 Aug 2018; Published: 6 Sep 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 355
Abstract
Poros propeller merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. Putaran mesin ditransmisikan ke propeller melalui poros, maka poros sangat mempengaruhi kerja mesin bila terjadi kerusakan. Dalam proses berputarnya poros propeller, poros tersebut menerima berbagai jenis beban dimana beban tersebut terjadi secara berulang-ulang sehingga kegagalan lelah (fatigue failure) tidak terhindarkan lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan puntir, perubahan struktur mikro, dan kekerasan baja ST 41 setelah proses quenching dan tempering. Proses quenching dilakukan pada suhu +850oC  dengan lama penahanan 30 menit kemudian didinginkan secara cepat menggunakan media pendingin oli Mesran SAE 20W-50. Sedangkan proses tempering dilakukan pada suhu +600oC dengan media pendingin udara terbuka. Hasil penelitian menunjukan bahwa baja ST 41 setelah proses quenching memiliki kekuatan tarik sebesar 436,44 Mpa, kekuatan puntir sebesar 363,77 Mpa, dan kekerasan Vickers sebesar 104,3 VHN. Sedangkan baja ST 41 setelah proses tempering memiliki kekuatan tarik sebesar 393,48 Mpa, kekuatan puntir sebesar 317,53 Mpa, dan kekerasan Vickers sebesar 95,12 VHN. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa baja ST 41 dengan perlakuan panas quenching memiliki  kekuatan tarik, kekuatan puntir, dan nilai kekerasan yang lebih tinggi dari baja ST 41 dengan perlakuan panas tempering.
Keywords: Baja ST41; Quenching; Tempering; Tarik; Puntir; Mikrografi; Kekerasan

Article Metrics:

  1. ASTM E8/E8M-13. 2013. Standard Test Method for Tension Testing of Metallic Materials. USA.
  2. ASTM E143-13. 2013. Standard Test Method for Shear Modulus At Room Temperature. USA.
  3. Biro Klasifikasi Indonesia. 2006. “Rules for Machinery Instalation, Vol.III”.
  4. Biro Klasifikasi Indonesia. 2006. “Rules for Materials, Vol.V”.
  5. Fahrur A. dan Soeharto. 2013. Pengaruh Waktu Temper Perlakuan Panas Quench-Temper terhadap Umur Lelah Baja ST 41 pada Pembebanan Lentur Putar Siklus Tinggi, Jurnal Teknik Mesin ITS.
  6. Haryadi, G. 2006. Pengaruh Suhu Tempering Terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja K-460, Jurnal Fakultas Teknik Mesin Universitas Diponegoro.
  7. Jatmiko Sukanto. dan Jokosisworo Sarjito. 2009. Analisa Kekuatan Puntir Dan Kekuatan Lentur Putar Poros Baja ST 60 Sebagai Aplikasi Perancangan Bahan Poros Baling-Baling Kapal, Jurnal Teknik Perkapalan Undip Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  8. Jokosisworo, Sarjito. 2009. Analisa Kekuatan Puntir, Lentur Putar, dan Kekerasan Baja ST 60 untuk Poros Propeller setelah diquenching, Jurnal Teknik Perkapalan Undip Volume 11 Nomor 2 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  9. Jatmiko Sukanto. dan Jokosisworo Sarjito. 2009. Analisa Kekuatan Puntir Dan Kekuatan Lentur Putar Poros Baja ST 60 Sebagai Aplikasi Perancangan Bahan Poros Baling-Baling Kapal, Jurnal Teknik Perkapalan Undip Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  10. Kurniawan, S. 2014. Analisa Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro pada Baja ST 41 Akibat Perbedaan Ayunan Elektrode Pengelasan SMAW, Jurnal Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang.
  11. Miftakhuddin, Nur. 2006. Pengaruh Temper dengan Quench Media Oli Mesran SAE 20W – 50 terhadap Karakteristik Medium Carbon Steel, Jurnal Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
  12. Mustofa A, Jokosisworo Sarjito, Wibawa Ari. 2018. Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Lentur Putar dan Kekuatan Puntir Baja ST 41 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Quenching, Jurnal Teknik Perkapalan Undip Volume 6 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  13. Redi R, Jokosisworo Sarjito, Wibawa Ari. 2018. Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering, Jurnal Teknik Perkapalan Undip Volume 6 Nomor 1 Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
  14. Santosa, I. 2008. Pengaruh Kekuatan Panas Terhadap Kekuatan Tarik dan Ketangguhan Impak Pada Baja ST 41, Jurnal Universitas Pancasakti Tegal.