Analisa Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Baja St 42 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Posisi Pengelasan

*Maxwell Pradolin  -  , Indonesia
Untung Budiarto  -  , Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  , Indonesia
Received: 15 Aug 2018; Published: 15 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 3637
Abstract

Baja St 42 tergolong baja karbon rendah, dimana baja karbon rendah merupakan jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis single v-butt joint 60° dengan perbedaan posisi pengelasan pada baja St 42. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor posisi pengelasan pada hasil pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja St 42 dengan posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 419,88 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,05%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,94 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 578,42 MPa. Baja St 42 dengan posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 408,71 MPa, rata-rata regangan sebesar 46,21%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,85 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 562,90 MPa. Baja St 42 dengan posisi pengelasan 3G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 413,97 MPa, rata-rata regangan sebesar 46,67%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,88 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 566,14 MPa. Sedangkan baja St 42 dengan posisi pengelasan 4G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 400,33 MPa, rata-rata regangan sebesar 45,59%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,79 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 545,80 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja St 42 dengan posisi pengelasan 1G memiliki kekuatan yang lebih baik dari posisi pengelasan 2G, 3G, ataupun 4G.

Keywords: Baja St 42, Pengelasan FCAW, Posisi Pengelasan, Tarik, Tekuk, Mikrografi

Article Metrics:

  1. Jokosisworo, Sarjito. 2010. Pengaruh Perbedaan Posisi Pengelasan Terhadap Kekuatan Sambungan T-Joint Pengelasan Fillet Dengan Las FCAW Pada Plat Mild Steel. Jurnal Perkapalan Vol. 7, No 2. Universitas Diponegoro. Semarang.
  2. Mulyatno, IP dan Sarjito J.S. 2008. Analisa Kekuatan Sambungan Las SMAW ( Shielded Metal Arc Welding ) Pada Marine Plate 42 Akibat Faktor Cacat Porositas dan incomplete Penetration. Semarang : Jurnal Teknik Perkapalan. Vol. 5, No 2.
  3. Qomari, Achmad Nurul, Solicin dan Prihanto Tri Hutomo. 2015. Pengaruh Pola Gerakan Elektrode dan Posisi Pengelasan Terhadap Kekerasan Hasil Las Pada Baja ST60. Jurnal Teknik Mesin – Tahun 23 No.2 – Universitas Negeri Malang.
  4. Duniawan, Agus. 2015. Pengaruh Gerak Elektroda dan Posisi Pengelasan Terhadap Uji Kekerasan Dari Hasil Las Baja SSC 41. Jurnal Teknologi. Vol. 8, No 2. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
  5. Wiryoso, H. 1996. Teknologi Pengelasan Logam. Cetakan ke-7. PT. Pradnya Paramitha, Jakarta.
  6. Dora, R. S. P., 2011. Analisa Kekuatan Material SS400 Pengaruh Preheat dan PWHT dengan menggunakan Metode Simulasi dan Uji tarik.
  7. Susetyo, F. B., Syaripuddin, & Hutomo, S. (2013). Studi Karakteristik Hasil Pengelasan MIG. Jurnal Mechanical, 4(2), 13.
  8. Yuwono, A. H. 2009. Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing). Jakarta: Departemen Metalurgi Dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
  9. Setiaji, R. 2009. Pengujian Tarik. Jakarta: Laboratorium Metalurgi Fisik FTUI.
  10. Naufal, A. 2016. Pengaruh Kuat Arus Listrik dan Sudut Kampuh V Terhadap Kekuatan Tarik dan Tekuk Aluminium 5083 Pengelasan Gtaw.Semarang:Universitas Diponegoro.
  11. Metallography and Microstructure. 2004. ASM Metals Handbook, Vol 9.
  12. ASTM E8/E8M-09. 2009. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy Sheet and Plate. USA.
  13. ASTM E190-14. 2014. Standard Test Method for Guided Bend Test for Ductility of Welds.
  14. Biro Klasifikasi Indonesia, 2013, “Rules for the Classification and Construction: Volume VI Rules for Welding”, Jakarta.