Pengaruh Variasi Temperatur Quenching Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Dan Kekerasan Baja ST 70 Sebagai Bahan Poros Baling-Baling Kapal (Propeller Shaft)

*Afif Farid Diantama  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Joko Sisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 4 Aug 2018; Published: 16 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 376
Abstract

Poros baling-baling (propeller shaft) adalah salah satu komponen kapal yang berfungsi untuk memindahkan/menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling menjadi gaya dorong untuk menggerakkan sebuah kapal. Berdasarkan rules BKI, material untuk poros baling-baling harus memiliki kekuatan tarik antara 400-800 N/mm2 dan uji komposisi materialnya adalah C (max 0,5%), Mn (0,3-1,70%), Si (max 0,45%), P (0,0035%), S (0,0035%). Untuk mendapatkan ketahanan destruktif yang tinggi dan  kekuatan material yang baik perlu dilakukan proses perlakuaan panas (heat treatment). Pada penelitian ini  dilakukan proses perlakuan panas quenching dengan variasi temperatur 800°C, dan 900°C dengan waktu penahanan 20 menit kemudian didinginkan cepat dengan menggunakan media pendingin pelumas oli Mesran SAE 20W – 50. Penelitian ini berbasis eksperimen laboratorium dan bertujuan untuk mengetahui apakah baja ST 70 setelah proses quenching memenuhi persyaratan BKI sebagai poros baling-baling kapal ditinjau dari aspek kekuatan tarik dan komposisi materialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja ST 70 proses quenching pada suhu 800°C memiliki kekuatan tarik 1833,72 Mpa, kekuatan puntir 711,01 Mpa dan kekerasan rockwell sebesar 39 HRC. Sedangkan baja ST 70 proses quenching pada suhu 900°C memiliki kekuatan tarik 1844,78 Mpa, kekuatan puntir 626,09 Mpa dan kekerasan rockwell Sebesar 49,33 HRC. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik dan kekerasan tertinggi didapatkan dari spesimen quenching pada suhu 9000C, sedangkan nilai kekuatan puntir tertinggi didapatkan dari spesimen quenching pada suhu 8000C. Berdasarkan hasil eksperimen dapat dikatakan bahwa baja ST 70 yang memenuhi syarat BKI hanya untuk uji komposisi dengan hasil C (0,3934%), Mn (0,6992%), Si (0,2497%), P (0,0113%), S (0,0021%), sedangkan untuk hasil kekuatan tarik tidak memenuhi persyaratan BKI.

 

Keywords: Quenching, Propeller Shaft, Komposisi Material, Uji Tarik, Uji Puntir, Uji Kekerasan

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia.2016. “Rules for Machinery Instalation,Vol.III”
  2. Handoyo, Yopi.2015. Pengaruh Quenching dan Tempering pada Baja JIS Grade S45C terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Crankshaft. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Vol 3, No.2:102-115.
  3. Kusuma, Harry Muhammad.2017. Studi Pengaruh Waktu Penahan Quenching-Partitioning terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Baja AISI 51B60 dan Baja AISI 9260 Bekas. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
  4. Ardiansyah, Yusuf. 2016. Pengaruh Temperatur Proses Hardening dengan Media Air terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan Permukaan Baja Karbon Sedang. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
  5. Miftakhuddin, Nur. 2006. Pengaruh Temper dengan Quench Media Oli Mesran SAE 20W-50 terhadap Karakteristik Medium Carbon Steel. Malau, V. 2008. Pengaruh Perlakuan Panas Quench Dan Temper Terhadap. Jurnal Media Teknik. Vol. 2, No 189.
  6. Astrini, Retno Indah. 2016 . Pengaruh Heat Treatment dengan Variasi Media Quenching Air dan Oli terhadap Struktur Mikro dan Nilai Kekerasan Baja Pegas Duan AISI 6135. Bandar Lampung: Universitas Lampung.
  7. Redi, dkk. 2018. Analisa Kekuatan Puntir, Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja ST 60 sebagai Bahan Poros Baling-Baling Kapal (Propeller Shaft) setelah Proses Tempering. Jurnal S1 Teknik Perkapalan Undip. Vol 6,No.1: 83-90.
  8. Sardjono,Koss. 2009. Pengaruh Hardening pada Baja JIS G 4501 Grade S45C terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Vol 11,No.2: 95-100
  9. ASTM E8/E8M-13. 2013. Standard Test Method for Tension Testing of Metallic Materials. USA.
  10. ASTM E143-13. 2013. Standard Test Method for Shear Modulus At Room Temperature. USA.
  11. ASTM E18-15. 2015. Standard Test Method for Rockwell Hardness of Metallic Materials. USA.