Pengaruh Viskositas Oli Sebagai Media Pendingin Pada Hasil Pengelasan Alumunnium 5083 Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Mikrografi

*Gerry Eka Aprilianto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Untung Budiarto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi.S  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Aug 2018; Published: 16 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID-ID
Statistics: 150
Abstract
Dalam proses pengelasan ada banyak faktor yang memengaruhi hasil lasan tersebut, salah satunya adalah media yang digunakan sebagai media pendingin.Dalam penelitian kali ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh viskositas oli sebagai media pendingin pada hasil pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) alumunium 5083 terhadap kekuatan tarik,harga impak,dan sruktur mikrografinya.Hasil penelitian menunjukkan kekuatan tarik terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 sebesar 223,01 MPa,sedangkan regangan terbesarnya didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 yaitu sebesar 17,33%,kekuatan impak terbesar didapat pada pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 sebesar 0,23 J/mm²,dari struktur mikronya juga terlihat komposisi ferit dan perlit yang menunjukkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki komposisi ferit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih ulet,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki komposisi perlit yang lebih banyak sehingga hasil pengelasannya lebih kaku. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 90 memiliki kekuatan tarik yang lebih baik disusul oli SAE 40,SAE140,sedangkan hasil pengelasan yang didinginkan dengan oli SAE 140 memiliki nilai regangan dan kekuatan impak yang lebih baik disusul dengan oli SAE 40, SAE 90 pendingin,oli adalah media pendingin yang sering digunakan tetapi dalam penggunaannya jarang diperhatikan viskositas oli.
Keywords: Alumunium 5083, Pengelasan TIG, Viskositas oli, Tarik, Impak, Mikrografi

Article Metrics:

  1. R. C. Kusuma, “Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk dan Mikrografi Aluminium 5083 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli,” Metod. Cr. Sebagai Penentu Tata Letak, vol. 5, no. 2, pp. 353–366, 2017.
  2. A. Triansyah, “Pengaruh Suhu Pendinginan Dengan Media Air Terhadap Hasil Pengelasan Pada Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas),” vol. 5, no. 2, pp. 353–366, 2017.
  3. S. Harnowo, “Pendingin Terhadap Sifat Mekanis Pada Proses Quenching Baja St 60,” pp. 57–63, 2000.
  4. N. Setyo, “Pengaruh viskositas oli terhadap kekerasan dan struktur mikro baja 60,” pp. 51–60, 2016.
  5. M. H. Huda, “Pengaruh Pengelasan TIG dan MIG Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Pada Sambungan Pelat Alumunium 5083,” Pengaruh Pengelasan TIG dan MIG Terhadap Kekuatan Tarik dan Bend. Pada Sambungan Pelat Alumunium 5083, vol. 14, no. 1, pp. 14–20, 2017.
  6. Aljufri,.2008.Pengaruh Variasi Sudut Kampuh V Tunggal Dan Kuat Arus Pada Sambungan Logam Alumunium.pp. 8–86.
  7. A. H. Yuwono, “Buku Panduan Praktikum Karakterisasi Material 1 Pengujian Merusak (Destructive Testing).,” 2009.
  8. ASM, “ASM Handbook Volume 9 Metallography and Microstructures,” ASM Handb. Vol. 9 Metallogr. Microstruct., vol. 9, 2004.
  9. ASTM Int., “Standard Test Methods for Tension Testing of Metallic Materials 1,” Astm, no. C, pp. 1–27, 2009.
  10. ASTM, “ASTM E23-16b: Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials,” ASTM B. Stand., vol. i, pp. 1–26, 2016.