Analisa Sailing Performance Pada Kapal Pariwisata “KLM. Lestari Budaya”

*Rifandi Aditya  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 23 Jul 2018; Published: 23 Jul 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: EN
Statistics: 132
Abstract
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang dimana memiliki sekitar 17000 lebih pulau dan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Dalam pengimplementasian konsep tol laut tidak lepas peranan penting dari kapal pelayaran rakyat. Kapal pelra sendiri memiliki peranan penting untuk menghubungkan  pulau-pulau kecil yang jalur perairannya tidak dapat di lalui kapal perintis. Namun pada kenyataannya saat ini penggunaan kapal pelayaran rakyat sangat jarang untuk di wilayah yang sudah di lewati kapal perintis/kapal besar sehingga banyak kapal pelra yang menjadi menganggur. Untuk mengurangi jumlah kapal pelra yang hanya sandar, munculah sebuah ide gagasan bahwasannya kapal kapal pelra ini di konversi untuk menjadi sebuah kapal pariwisata. Pembuatan model 3d berdasarkan data yang di dapat menggunakan software design 3d. model lambung kapal di analisa dalam 3 variasi yaitu keadaan normal, di tambah lunas 2 m, dan di tambah lunas 5 m serta diberi tambahan tiang pada masing masing model untuk di analisa stabilitasnya. Analisa stabilitas menggunakan software perkapalan. Analisa hambatan kapal menggunakan software perkapalan dalam efisiensi 100% dan 60%. Perancangan layar menggunakan software perkapalan dan menggunakan variasi sudut datang angin sebesar 350, 450, 500, 600, 750, 800, 900, 1000, dan 1800. Serta menggunakan variasi velocity true wind dengan nilai 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 20 knots. Kecepatan yang di hasil oleh layar dengan kecepatan angin 20 knot pada sudut datang 75 derajat adalah 8,61 knot sedangkan pada model kapal dengan keel 2 dan 5 meter turun menjadi 8,3 knot dan 7,8 knot pada sudut datang dan kecepatan angin yang sama. Dengan kecepatan yang dihasilkan oleh layar sebesar itu maka mampu mengurangi tenaga pengoperasian mesin kapal kesebasar 85% untuk menggerakan kapal.
Keywords: Perancangan, Kapal, Layar, Stabilitas, Hambatan, Keel,Pelayaran Rakyat

Article Metrics:

  1. A. Tjoneng, “Mewujudkan Indonesia sebagai Negara Poros Maritim Dunia,” Dialogia Iurid., vol. 7, no. 1, pp. 47–55, 2016.
  2. K. R. Romadhoni and T. Achmadi, “Model Evaluasi Kebijakan Publik untuk Revitalisasi Pelayaran Rakyat (Studi Kasus: Pelabuhan Rakyat Gresik),” Tek. Perkapalan, pp. 1–6, 2013.
  3. Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, “Studi Penetapan Kriteria di Bidang Lransportasi Laut,” in Penetapan kriteria daerah pelayaran kapal pelayaran rakyat, vol. 9, 2010, p. Lampiran 9.
  4. A. W. Hermanto, “Eksistensi Transportasi Laut Pada Pelayaran Rakyat,” Kapal, vol. 12, pp. 71–78, 2010.
  5. BMKG Maritim, “Prakiraan Gelombang dan Kecepatan Angin,” 2018. [Online]. Available: http://maritim.bmkg.go.id/prakiraan/satu_minggu_kedepan.
  6. R. Aditya, Analisa Sailing Performance Pada Kapal Pariwisata “KLM. Lestari Budaya.” Laporan Tugas Akhir Departement S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, 2018.
  7. J. Kemp, P. Young, and C. Barrass, Ship Stability notes & examples, vol. 3. 1971.
  8. E. S. Hadi, A. Wibawa, and A. Kusuma, “Perancangan Kapal Wisata Katamaran Dengan Sistem Penggerak Mesin Dan Layar Di Daerah Wisata Bahari Barelang (Batam,Rempang,Galang),” Tek. Perkapalan, vol. 9, pp. 14–23, 2012.
  9. E. S. Hadi, P. Manik, and M. Iqbal, “Influence of hull entrance angle ‘Perintis 750 DWT’, toward ship resistance: the case study for design development ‘Perintis 750 DWT.,’” MATEC Web Conf., vol. 159, pp. 2–7, 2018.
  10. J. Holtrop and G. G. J. Mennen, “An Approximate Power Prediction Method,” 2000, pp. 166–173.
  11. C. A. Marchaj, Aero-Hydrodynamic of Sailing. 1979.
  12. J. Morwood, Sailing Aerodynamics. USA: Cornell Maritime Press, 1954.
  13. IMO, Intact Stability Code 2008, vol. 267, no. 85. 2008.
  14. D. Perrault, “Correlations of GZ Curve Parameters,” vol. 15, pp. 1–10, 2016.
  15. S. Helvacioglu and M. Insel, “Sailing Yacht Performance: the Effects of Angle and Leeway Angle on Resistance and Sideforce,” Fac. Nav. Archit. Ocean Eng. ITU, pp. 1–10, 1994.