Pengaruh Sudut Masuk Pada Kapal Perintis 750 Dwt Terhadap Resistance Kapal Dengan Penambahan Anti-Slamming Bulbous Bow Tipe Delta (Δ – Type)

*Zippo Benediktus Sijabat  -  Departemen Teknik Perkapalan,Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Sasmito Hadi  -  Departemen Teknik Perkapalan,Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro, Indonesia
Good Rindo  -  Departemen Teknik Perkapalan,Fakultas Teknik,Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Haluan kapal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai hambatan. Kapal yang memiliki bentuk haluan yang baik dapat memberikan efisiensi terhadap hambatan sehingga operasional kapal dapat lebih baik dan efisien. Berbagai macam penelitian yang dilakukan untuk dapat mengurangi nilai hambatan kapal dengan cara memodifikasi bentuk haluan kapal.Pada penelitian ini dilakuan variasi bentuk haluan dengan penambahan Anti-slaming bulbousbow tipe delta(Δ – Type).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar perubahan hambatan kapal dengan posisi haluan berada pada beberapa variasi sudut penyimpangan tersebut dan membandingkan nilai hambatan pada beberapa sudut penyimpangan haluan antara lines plan asli dengan lines plan modifikasi. Perhitungan hambatan kapal pada sudut penyimpangan haluan pada posisi setiap 3°,diperoleh dari hasil software CFD.Sudut yang digunakan yaitu 16.72 o, 19.72 o ,22.72 o, 25.72 o,28.72 o.Kemudian tinggi anti-slaming yang digunakan adalah 0.58 , 0.725 dan ,0.87 . Analisa perhitungan hambatan kapal Perintis 750 Dwt dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan  menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,2568; Fn = 0,2782; Fn = 0,2996; Fn = 0,3210; Fn = 0,3424; Fn = 0,3638).Hasilnya,nilai hambatan terkecil terdapat pada model bulbous bow anti-slaming 0.58 dengan sudut 19.72 osebesar 7,73% dari kapal tanpa menggunakan anti-slaming bulbous bow.

Keywords: Hambatan; Anti-slaming; bulbous bow; Perintis 750 DWT

Article Metrics:

  1. Jumlah, V., Outlet, L., & Converter, M. (2017). Jurnal teknik perkapalan, 5(1), 163–172.
  2. Iqbal, M., Rindo, G., Perkapalan, J. T., Teknik, F., & Diponegoro, U. (2016). Pengaruh Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Gerakan Slamming Pada Kapal Perintis 200 DWT, 45–54.
  3. Perkapalan, G. T. (2011). Studi pengaruh sudut penyimpangan haluan kapal layar motor tradisonal melalui uji model, 5, 978–979.
  4. Azmi, F. F., Chrismianto, D., & Manik, P. (2016). ANALISA PENGARUH PEMASANGAN ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW TERHADAP HAMBATAN TOTAL DAN OLAH GERAK KAPAL ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY ( AHTS ) MENGGUNAKAN CFD, 4(2), 362–371.
  5. Adi, P., & Amiadji. (2013). Analisa Penerapan Bulbous Bow pada Kapal Katamaran untuk Meningkatkan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar. Pomits, 3(1), F-13-F-18.
  6. Ventura, M. (n.d.). Bulbous Bow Design and Construction, 1–27.
  7. KRACHT.pdf. (n.d.).
  8. Yosafat NP_Volume 5_Nomor 3_21090113140107. (n.d.).
  9. Bollard, P., & Test, P. (2011). ITTC – Recommended Procedures and Guidelines ITTC – Recommended Procedures and Guidelines.