Analisa Teknis Dan Ekonomis Modifikasi Desain Lambung Kapal Ikan Tradisional 30 GT Tipe Batang

*Bhakti Sa’ Dana  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ari Wibawa Budi Santosa  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Sebagai patokan utama para pengrajin dalam mendesain kapal yaitu panjang lunas yang bervariasi antara 10 meter sampai 25 meter. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 30 GT. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru untuk menghitung stabilitas, hambatan dan olah gerak kapal. Tahapan selanjutnya yaitu dengan mengestimasikan biaya investasi yang meliputi biaya pembangunan kapal, biaya operasional kapal dan biaya pendapatan kapal untuk perhitungan BEP (break event point). Untuk perhitungan stabilitas yang mengacu pada aturan IMO dengan Code A.749(18) secara keseluruhan menunjukan bahwa stabilitas dari model kapal ikan kedua model telah memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak dari kedua desain kapal tersebut yang mengalami deck wetness hanya satu yaitu pada kondisi rolling dengan sudut 900 nilai amplitudo paling besar. Untuk perhitungan ekonomis biaya investasi dalam pembuatan kapal KM. Makmur Utomo sebesar Rp 559.740.000,00 untuk desain kapal lama dan Rp 550.710.000,00 untuk desain kapal baru. Keuntungan bersih per trip setelah bagi hasil dan pajak sebesar Rp 8.754.500,00 sehingga didapatkan nilai BEP tercapai positif pada trip ke-271 atau 3 tahun 2 bulan untuk desain kapal baru dan trip ke-294 atau 3 tahun 5 bulan untuk desain kapal lama. Sehingga didapatkan nilai NPV > 0 setelah 5 tahun dengan IRR sebesar 12% dan nilai maksimum IRR 22,147 % untuk desain kapal lama dan 22,164 % untuk desain kapal baru. Dengan kata lain, investasi kapal ini layak untuk dilanjutkan.

 

Keywords: BEP (Break Event Point); IRR (Internal Rate of Return); Kapal Tradisional; Desain Lambung 30 GT

Article Metrics:

  1. Biro Klasifikasi Indonesia. 1989. Buku Peraturan Klasifikasi dan Konstruksi Kapal Kayu. Jakarta. Biro Klasifikasi Indonesia
  2. Dinas Kelautan dan Perikanan, 2006,” Pengertian Dasar Kapal Perikanankan”, BBPPI, Semarang
  3. Fyson, J. 1985, Design of Small Fishing Vessels. Fishing News Book Ltd. UK
  4. Jatmiko, H. Sukanto dan Budiarto, Untung. 2010. Analisa Karakteristik Kapal Ikan Tradisional Daerah Pantura Jawa Tengah. UPPT FT UNDIP, Semarang
  5. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Bisnis Secara Komprehensif, Edisi 2. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  6. Wahyono, Agung. 2011. Kapal Perikanan (Membengun Kapal Kayu). Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang
  7. Zamdial Ta’alidin, 2003, “Analisis Ekonomi Untuk Investasi Usaha Penangkapan Ikan Dengan Jaring Pursine”, Majalah Agrisep Vol 2 No 1 September 2003 hal 11 – 18