Analisa Kekuatan Tarik, Kekuatan Impact, Komposisi dan Cacat Pengecoran Paduan Aluminium Flat Bar dan Limbah Dryer AC dengan Menggunakan Cetakan Pasir dan Cetakan Hirdrolik sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal

*Maftuh Murtiyoso  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
K Kiryanto  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 17 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Aluminium adalah unsur non ferrous yang merupakan logam ringan yang mempunyai sifat yang lebih ringan dari besi dan baja, memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi,  dapat menghantarkan listrik dan panas dengan baik, dan merupakan bahan paling berlimpah nomer 3 di dunia. Daur ulang (recycle) adalah proses untuk menjadikan bahan bekas menjadi bahan baru yang bertujuan untuk menghemat energi produksi. Perkembangan otomotif yang semakin meningkat menimbulkan peningkatan limbah dari kendaraan bermotor, salah satunya dryer AC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis dan komposisi aluminium paduan limbah dryer AC. Pembuatan spesimen paduan aluminium flat bar dan limbar dryer AC dengan komposisi 50:50 menggunakan cetakan pasir dan cetakan sistem hidrolik. Dari percobaan yang dilakukan spesimen paduan alumiium flat bar dan limbah dryer AC memiliki kadar Al sebesar 81,27%. Untuk hasil kekuatan tarik yang lebih baik berasal dari spesimen dengan cetakan hidrolik dengan nilai rata-rata kekuatan tarik sebesar 16,13 kg/mm2. Untuk kekuatan impact yang lebih baik juga berasal dari cetakan hidrolik dengan nilai rata-rata sebesar 0,58 J/mm2. Dan untuk cacat pengecoran terdapat pada cetakan pasir.

Keywords: aluminium; pengecoran; kekuatabn tarik; kekuatan impact; komposisi bahan; radiografi

Article Metrics:

  1. Artanto, Indra. Analisa Kekuatan Tarik dan Uji Komposisi Bahan Paduan Aluminium Limbah AC Mobil dengan Metode Metal Casting untuk Bahan Jendela Kapal. Semarang : Universitas Diponegoro.
  2. Biro Klasifikasi Indonesia. 2014. Rules for The Classification and Contruction of Seagoing Ships. Volume V Section 10. Jakarta : Indonesia.
  3. Harsono, Kharis Sonny.2006. Kharakteristik Kekuatan Fatik Paduan Aluminium Tuang. Semarang: Universitas Negeri Semarang
  4. Japan International Standard. 1970. H 4000 Seri 5005 Aluminium Alloys. Japan
  5. Jokosisworo, Sarjito dan Hartono Y. Proses Pengujian Tidak Merusak. Semarang : Universitas Diponegoro
  6. Kiryanto, Eko Sasmito Hadi, Muhammad Ansori. 2012. Analisa Sifat Mekanik Paduan Aluminium Sebagai Rangka Jendela Kapal di Perusahaan Pengecoran Logam CV. Setia Kawan Tegal dengan Cetakan Tidak Permanen. Semarang : Universitas Diponegoro.
  7. R. Widodo. April 2012, ‖Teknik Pengelolaan Bahan Baku Peleburan Aluminium”, Jurnal Foundry Vol. 2 No. 1, ISSN : 2087-225..
  8. Setiawan, Agus. Analisa Perbandingan Hasil Pengujian Tarik – Impact – Bending Plat Baja Kapal Dengan Pengelasan SAW dan GMAW. Semarang : Universitas Diponegoro.
  9. Setiawan, Sidik. Uji Eksperimen Kekuatan Tarik dan Analisa Scanning Electron Microscopy Paduan Aluminium Limbah Velg dengan Metode Sand Molded untuk Bahan Baku Frame Side Scuttle. Semarang : Universitas Diponegoro.
  10. Standard Nasional Indonesia 07-1352.1989. Petunjuk Pengecoran Alumiium Paduan.
  11. Surdia, T. dan Cijiiwa K, 1991. Teknik Pengecoran Logam. Jakarta: PT Pradnya Paramita
  12. Surdia, Tata dan Kenji Chijiiwa. 2000. Teknik Pengecoran logam. Jakarta: PT Pertja
  13. Surdia, T. dan Shinroku, 1992. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: PT Pradnya
  14. Titiek Deasy S1*,Rusnaldy2,Gunawan DH.2. 2014. Pembuatan Bahan Standar AlSi12(b) dari Sekrap Aluminium; Study Komposisi Kimia dan Sifat Kekerasan Bahan. Tegal : Politeknik Purbaya Tegal. Semarang : Universitas Diponegoro.