ANALISA KEKUATAN PERCABANGAN PIPA T JOINT Dh/Db = 1 TANPA PLAT PENGUAT DENGAN VARIASI SUDUT AKIBAT BEBAN MOMEN YANG BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

*Azzaky Alghifari  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Hartono Yudo  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Wilma Amiruddin  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Published: 1 Jul 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Pipa T Joint merupakan komponen berbentuk sambungan, dipakai untuk menggabungkan beberapa
jalur pipa kearah satu pipa atau sebaliknya dari satu pipa ke beberapa pipa pembagi. Kekuatan
struktur pada pipa T joint sangat penting dalam industri. Salah satu kegagalan struktur yang sering
terjadi pada pipa T joint adalah buckling atau tekuk. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacammacam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini sudut dari pipa T joint di variasikan menjadi 90°, 60°, 45° dengan menggunakan momen bending pada kondisi yang berbedabeda. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hinga dengan mempertimbangkan sifat
material pada pipa, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap sudut
percabangan pipa. . Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 1.94 x 106 Nm. Semakin
kecil sudut percabangan suatu pipa maka semakin kecil pula deformasi yang terjadi pada pipa
tersebut. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil
dan yang akhirnya akan konstan.

Keywords: Pipa T Joint; Buckling; Bending; Deformasi; Metode Elemen Hingga; Elasto-plastis

Article Metrics: