ANALISA BUCKLING TIANG MAST CRANE AKIBAT BEBAN LENTUR MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

*Tanellia Soraya N  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Hartono Yudo  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Berlian Arswendo Adietya  -  Teknik Perkapalan, , Indonesia
Published: 1 Apr 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Crane merupakan mesin bantu yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang berat yang tidak mampu diangkat dan dipindahkan oleh manusia. Kekuatan struktur pada tiang crane sangat penting dalam suatu industri. Dan salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada tiang adalah buckling atau tekuk. Dan sudah diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan tinggi pada tiang. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Pada penelitian ini, tinggi tiang divariasikan menjadi 4 macam dengan menggunakan momen bending. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan sifat material pada tiang, yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap tiang. Untuk analisa elasto-plastis, momen buckling berkisar 8.3 x 107 Nm. Semakin tinggi tiang yang di mana semakin besar nilai L/D, maka semakin besar terjadinya deformasi. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin kecil dan yang akhirnya akan konstan. Sama halnya dengan safety factor, semakin tinggi tiang nilai SF akan berkurang dan akhirnya konstan. Pada penelitian ini didapatkan nilai SF sebesar 9.89.

Keywords: Tiang Crane; Buckling; Bending; Deformasi; Metode Elemen Hingga; Elasto-plastis

Article Metrics: