ANALISA PENGARUH ANTI-SLAMMING BULBOUS BOW PADA 60M ANCHOR HANDLING TUG SUPPLY MP VELOCE DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA

*Hasan Mustofa Amirudin  -  Mahasiswa Teknik Perkapalan, Indonesia
Ahmad Fauzan Zakki  -  Dosen Teknik Perkapalan, Indonesia
Deddy Chrismianto  -  Dosen Teknik Perkapalan, Indonesia
Published: 1 Jan 2016.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Slamming merupakan fenomena hydrodynamic impact yang berhubungan dengan perubahan percepatan kapal secara tiba-tiba. Perubahan percepatan yang paling besar terjadi pada haluan dan buritan kapal, yang mana terdapat acceleration dan motion paling besar. Kapal dapat mengalami  slamming karena beberapa faktor salah satunya tinggi gelombang, maka dari itu perairan Natuna dianggap tepat sebagai penerapan teknololgi Anti-slamming bulbous bow kapal karena keadaan perairanya memiiliki banyak variasi gelombang. Analisa pengaruh Anti-slamming bulbous bow ini diterapkan pada Anchor Handling Tug Supply MP. VELOCE melalui beberapa tahapan dari pemodelan kapal. Pemodelan menggunakan model yang sudah ada dan dimodifikasi bentuk bulbous bownya dengan rasio panjang  30% dan  40% serta rasio tinggi 10% dan 20% tanpa mengubah jenis dan koefisien lebar bulbous bow tersebut, namun tetap mempertahankan nilai displacement dari kapal tersebut, dilanjutkan dengan menganalisa hydrostatic sebagai validasi model lalu mencari respon gerakan di gelombang reguler pada software ANSYS AQWA, serta nilai gerak relatif haluan yang nantinya didapat spektrum  respon yang selanjutnya di kalkulasikan sehingga didapatlah nilai slamming probability. Untuk nilai slamming probability terbesar terjadi pada muatan kosong dengan tinggi gelombang 3 meter yaitu pada model 1 senilai 0,21 dan pada kondisi yang sama telah di analisa bahwa pengaruh anti-slamming bulbuous bow dapat mengurangi slamming probalility terutama pada model dengan rasio panjang40% dan rasio tinggi 20% berkurang menjadi 0,12, dengan pengurangan slamming probalility 45%, serta dalam pengujian towing tank yang di ujikan model 5 dan model 2 dimana model 5 memiliki hambatan yang lebih besar dan seakeeping yang lebih baik dari model 1.

Keywords: AHTS; Gerak Relatif Haluan, Slamming Probalility

Article Metrics: