PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT ANNEALING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN PADA SAMBUNGAN LAS THERMITE BAJA NP-42

*Huda Fathu Rohman  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Gunawan Dwi Haryadi  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusuf Umardani  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agus Tri Hardjuno  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Jul 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Pengelasan logam dengan menggunakan metode las thermite banyak digunakan, seperti pada rail crane, maupun perbaikan instalasi jalur rel kereta api. Beberapa masalah dalam pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa dan kekerasan yang berlebih sehingga dapat menurunkan ketangguhan las. Salah satu cara mengurangi permasalahan ini adalah dengan  metode Post Weld Heat Treatment (PWHT) annealing. Post Weld Heat Treatment (PWHT) annealing memiliki beberapa fungsi yaitu mengurangi tegangan sisa, meningkatkan keuletan, menurunkan ketidak homogenan stuktur dan memperbaiki ketangguhan daerah logam las dan HAZ. PWHT Annealing dilakukan pada baja NP-42 dengan menvariasi temperatur pemanasan 7800C, 8000C, 8200C, dan 8400C. Dengan waktu penahanan 60 menit dari proses PWHT Annealing serta didinginkan dalam furnace. Hasil penelitian ini adalah diperoleh struktur ferrite dan pearlit pada semua spesimen, namun perbedaan yang signifikan adalah perbedaan ukuran grain size pada masing-masing temperatur annealing. Untuk nilai kekerasan antara 171,7 VHN – 259,1VHN, hal ini didukung  dengan foto mikro pada daerah disetiap temperatur
Keywords: Las thermite, PWHT annealing, kekerasan mikro vikers, baja NP-42, dan struktur mikro

Article Metrics: