BibTex Citation Data :
@article{JTM59521, author = {Arkan Alkautsar and Gunawan Haryadi and Yusuf Umardani}, title = {ANALISIS KEHANDALAN DAN RISK BASED INSPECTION PADA HEAT RECOVERY BOILER PSEL DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN FISHBONE DIAGRAM}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {heat recovery boiler; risiko kegagalan}, abstract = { Heat Recovery Boiler (HRB) merupakan salah satu komponen utama pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang berfungsi memanfaatkan energi panas hasil proses pembakaran sampah menjadi energi uap untuk menggerakkan turbin dan generator dalam menghasilkan listrik. Keandalan Heat Recovery Boiler sangat menentukan kontinuitas operasi pembangkit karena komponen ini bekerja pada temperatur dan tekanan tinggi serta terpapar gas hasil pembakaran yang mengandung senyawa korosif. Kondisi tersebut menyebabkan komponen boiler rentan mengalami kerusakan, seperti korosi, erosi, penipisan dinding pipa, kebocoran, maupun kegagalan material yang dapat mengakibatkan penurunan efisiensi hingga terjadinya unplanned shutdown . Oleh karena itu, diperlukan strategi pemeliharaan dan inspeksi yang mampu mengidentifikasi serta memprioritaskan risiko kegagalan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen kritis pada Heat Recovery Boiler , menganalisis tingkat risiko kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui Fishbone Diagram , serta menyusun strategi inspeksi berbasis risiko menggunakan metode Risk-Based Inspection (RBI). Hasil analisis Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa komponen Water Wall Tube memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sehingga ditetapkan sebagai komponen dengan tingkat prioritas risiko paling tinggi. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab kegagalan dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan yang saling berkaitan. Selanjutnya, penerapan Risk-Based Inspection (RBI) mengelompokkan komponen berdasarkan tingkat risiko sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas inspeksi, metode inspeksi yang sesuai, serta frekuensi inspeksi yang optimal. Penerapan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Fishbone Diagram , dan Risk-Based Inspection (RBI) diharapkan mampu meningkatkan keandalan Heat Recovery Boiler , meminimalkan potensi kegagalan, mengurangi risiko unplanned shutdown , serta mendukung keberlangsungan operasi PSEL secara aman, efektif, dan efisien. }, issn = {2303-1972}, pages = {139--146} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/59521} }
Refworks Citation Data :
Heat Recovery Boiler (HRB) merupakan salah satu komponen utama pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang berfungsi memanfaatkan energi panas hasil proses pembakaran sampah menjadi energi uap untuk menggerakkan turbin dan generator dalam menghasilkan listrik. Keandalan Heat Recovery Boiler sangat menentukan kontinuitas operasi pembangkit karena komponen ini bekerja pada temperatur dan tekanan tinggi serta terpapar gas hasil pembakaran yang mengandung senyawa korosif. Kondisi tersebut menyebabkan komponen boiler rentan mengalami kerusakan, seperti korosi, erosi, penipisan dinding pipa, kebocoran, maupun kegagalan material yang dapat mengakibatkan penurunan efisiensi hingga terjadinya unplanned shutdown. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemeliharaan dan inspeksi yang mampu mengidentifikasi serta memprioritaskan risiko kegagalan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen kritis pada Heat Recovery Boiler, menganalisis tingkat risiko kegagalan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), mengidentifikasi akar penyebab kegagalan melalui Fishbone Diagram, serta menyusun strategi inspeksi berbasis risiko menggunakan metode Risk-Based Inspection (RBI). Hasil analisis Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa komponen Water Wall Tube memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sehingga ditetapkan sebagai komponen dengan tingkat prioritas risiko paling tinggi. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab kegagalan dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan yang saling berkaitan. Selanjutnya, penerapan Risk-Based Inspection (RBI) mengelompokkan komponen berdasarkan tingkat risiko sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas inspeksi, metode inspeksi yang sesuai, serta frekuensi inspeksi yang optimal. Penerapan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Fishbone Diagram, dan Risk-Based Inspection (RBI) diharapkan mampu meningkatkan keandalan Heat Recovery Boiler, meminimalkan potensi kegagalan, mengurangi risiko unplanned shutdown, serta mendukung keberlangsungan operasi PSEL secara aman, efektif, dan efisien.
Last update: