BibTex Citation Data :
@article{JTM59520, author = {Dimas Nugraha and Rifky Ismail and Mohammad Tauviqirrahman}, title = {EVALUASI PERFORMA PENDINGINAN SELIMUT PENDINGIN BLANKETROL III PADA PENANGANAN PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {blanketrol iii; cooling rate; efektivitas pendinginan; stroke iskemik akut; targeted temperature management}, abstract = { Targeted temperature management (TTM) merupakan salah satu pendekatan neuroprotektif yang digunakan untuk mengendalikan hipertermia pada pasien stroke akut guna mencegah perburukan kerusakan jaringan saraf. Blanketrol III merupakan perangkat TTM komersial berbasis selimut pendingin yang banyak digunakan di ruang perawatan intensif sebagai acuan standar dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pendinginan Blanketrol III melalui parameter laju pendinginan ( cooling rate /CR) dan efektivitas pendinginan (ε) pada dua pasien stroke akut di ruang perawatan Rajawali R1A RSUP Dr. Kariadi. Data temperatur air pendingin, aksila, ruangan, dan bedside monitor dicatat setiap interval 5 menit pada fase induksi ( pre-T0 ) dan setiap 15 menit pada fase pemeliharaan ( T0 ) selama 180 menit. Hasil menunjukkan rata-rata CR sebesar 0,0183°C/menit dengan rata-rata durasi fase pre-T0 selama 102,5 menit, jauh lebih cepat dibandingkan target ideal terapi hipotermia sekitar 4 jam. Efektivitas pendinginan rata-rata tercatat sebesar 11,45%, lebih tinggi dibandingkan alat TTM berbasis prototipe yang umumnya berkisar di bawah 8%. Pada fase pemeliharaan, suhu tubuh pasien terpantau stabil pada rentang 34,7–35,6°C, meskipun salah satu pasien sempat menggigil dan memerlukan penanganan tambahan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa Blanketrol III layak dijadikan acuan pembanding dalam pengembangan alat TTM alternatif, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan suhu secara kontinu dan penanganan efek menggigil selama terapi berlangsung. }, issn = {2303-1972}, pages = {133--138} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/59520} }
Refworks Citation Data :
Targeted temperature management (TTM) merupakan salah satu pendekatan neuroprotektif yang digunakan untuk mengendalikan hipertermia pada pasien stroke akut guna mencegah perburukan kerusakan jaringan saraf. Blanketrol III merupakan perangkat TTM komersial berbasis selimut pendingin yang banyak digunakan di ruang perawatan intensif sebagai acuan standar dalam praktik klinis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pendinginan Blanketrol III melalui parameter laju pendinginan (cooling rate/CR) dan efektivitas pendinginan (ε) pada dua pasien stroke akut di ruang perawatan Rajawali R1A RSUP Dr. Kariadi. Data temperatur air pendingin, aksila, ruangan, dan bedside monitor dicatat setiap interval 5 menit pada fase induksi (pre-T0) dan setiap 15 menit pada fase pemeliharaan (T0) selama 180 menit. Hasil menunjukkan rata-rata CR sebesar 0,0183°C/menit dengan rata-rata durasi fase pre-T0 selama 102,5 menit, jauh lebih cepat dibandingkan target ideal terapi hipotermia sekitar 4 jam. Efektivitas pendinginan rata-rata tercatat sebesar 11,45%, lebih tinggi dibandingkan alat TTM berbasis prototipe yang umumnya berkisar di bawah 8%. Pada fase pemeliharaan, suhu tubuh pasien terpantau stabil pada rentang 34,7–35,6°C, meskipun salah satu pasien sempat menggigil dan memerlukan penanganan tambahan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa Blanketrol III layak dijadikan acuan pembanding dalam pengembangan alat TTM alternatif, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan suhu secara kontinu dan penanganan efek menggigil selama terapi berlangsung.
Last update: