BibTex Citation Data :
@article{JTM59096, author = {Muhamad Bimantyas and Jamari Jamari and Tri Winarni}, title = {ANALISIS SIMULASI POSTERIOR DENTAL IMPLANT TERHADAP BEBAN OBLIQUE MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {beban oblique; distribusi tegangan; grey relational analysis; implan gigi; metode elemen hingga}, abstract = { Implan gigi pada regio posterior mandibula menanggung gaya oklusal yang besar dengan arah fungsional dominan oblik, sementara kualitas tulang penyangga di area tersebut umumnya sub-optimal (tipe D3–D4) sehingga berisiko tinggi mengalami kegagalan biomekanis. Desain makrogeometri implan berperan penting dalam mendistribusikan tegangan pada sistem implan-tulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter, panjang, dan kedalaman ulir terhadap respons biomekanis implan posterior di bawah pembebanan oblik, serta menentukan konfigurasi yang paling optimal. Pemodelan tiga dimensi dan simulasi statik dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga melalui perangkat lunak ANSYS pada sembilan variasi desain yang representatif. Respons yang dievaluasi meliputi tegangan dan regangan von Mises pada fixture, serta principal stress dan strain pada tulang kortikal dan kanselus. Optimasi multirespons dilakukan dengan metode Grey Relational Analysis (GRA). Hasil menunjukkan bahwa pelebaran diameter merupakan faktor paling dominan dalam mereduksi tegangan puncak, sedangkan kombinasi panjang berlebih dan ulir dalam memicu konsentrasi tegangan tertinggi pada leher implan. Konfigurasi dengan diameter maksimal dan panjang minimal teridentifikasi sebagai desain paling optimal dengan nilai Grey Relational Grade tertinggi. Disimpulkan bahwa diameter lebar yang dipadukan panjang implan minimal paling efektif dalam mendistribusikan beban oblik, menekan lengan momen lentur, dan melindungi tulang kortikal dari risiko resorpsi marginal. }, issn = {2303-1972}, pages = {105--110} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/59096} }
Refworks Citation Data :
Implan gigi pada regio posterior mandibula menanggung gaya oklusal yang besar dengan arah fungsional dominan oblik, sementara kualitas tulang penyangga di area tersebut umumnya sub-optimal (tipe D3–D4) sehingga berisiko tinggi mengalami kegagalan biomekanis. Desain makrogeometri implan berperan penting dalam mendistribusikan tegangan pada sistem implan-tulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi diameter, panjang, dan kedalaman ulir terhadap respons biomekanis implan posterior di bawah pembebanan oblik, serta menentukan konfigurasi yang paling optimal. Pemodelan tiga dimensi dan simulasi statik dilakukan menggunakan Metode Elemen Hingga melalui perangkat lunak ANSYS pada sembilan variasi desain yang representatif. Respons yang dievaluasi meliputi tegangan dan regangan von Mises pada fixture, serta principal stress dan strain pada tulang kortikal dan kanselus. Optimasi multirespons dilakukan dengan metode Grey Relational Analysis (GRA). Hasil menunjukkan bahwa pelebaran diameter merupakan faktor paling dominan dalam mereduksi tegangan puncak, sedangkan kombinasi panjang berlebih dan ulir dalam memicu konsentrasi tegangan tertinggi pada leher implan. Konfigurasi dengan diameter maksimal dan panjang minimal teridentifikasi sebagai desain paling optimal dengan nilai Grey Relational Grade tertinggi. Disimpulkan bahwa diameter lebar yang dipadukan panjang implan minimal paling efektif dalam mendistribusikan beban oblik, menekan lengan momen lentur, dan melindungi tulang kortikal dari risiko resorpsi marginal.
Last update: