BibTex Citation Data :
@article{JTM59029, author = {Dhafin Ramdhani and Norman Iskandar and Sulardjaka Sulardjaka}, title = {ANALISIS KEGAGALAN FUEL FILTER CLOGGING PADA MESIN GE90-115B PADA PESAWAT BOEING 777-300ER MENGGUNAKAN PENDEKATAN ROOT CAUSE ANALYSIS}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {ge90; fuel filter clogging; sistem bahan bakar; root cause analysis; diagram fishbone}, abstract = { Fuel filter merupakan salah satu komponen kritis pada sistem bahan bakar mesin GE90 yang berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar dialirkan menuju komponen presisi tinggi, seperti Hydromechanical Unit (HMU) dan fuel nozzle . Penyumbatan ( clogging ) pada fuel filter dapat menyebabkan peningkatan differential pressure , menurunkan efektivitas filtrasi, serta berpotensi mengganggu kontinuitas suplai bahan bakar dan performa mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab fuel filter clogging pada mesin GE90 menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumentasi berdasarkan diagram Engine Fuel Distribution Functional Description Boeing 777 AMM Chapter 73-11-00. Identifikasi akar penyebab dilakukan menggunakan diagram fishbone yang mengelompokkan faktor penyebab ke dalam enam kategori, yaitu Material , Machine , Method , Man , Environment , dan Measurement . Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor material merupakan penyebab dominan terjadinya fuel filter clogging , yang meliputi kontaminasi partikel padat, air bebas, mikroorganisme, serta produk degradasi bahan bakar. Faktor lain seperti keausan komponen sistem bahan bakar, ketidaksesuaian prosedur pemeliharaan, kesalahan manusia, kondisi lingkungan, dan keterbatasan sistem pemantauan turut mempercepat terjadinya penyumbatan filter. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme fuel filter clogging diawali oleh akumulasi kontaminan pada media filter yang menyebabkan penurunan porositas dan permeabilitas media, sehingga meningkatkan differential pressure dan akhirnya menyebabkan penyumbatan filter. Oleh karena itu, pengendalian kualitas bahan bakar, penerapan pemeliharaan preventif, dan implementasi Condition-Based Maintenance (CBM) direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan sistem bahan bakar mesin GE90. }, issn = {2303-1972}, pages = {19--24} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/59029} }
Refworks Citation Data :
Fuel filter merupakan salah satu komponen kritis pada sistem bahan bakar mesin GE90 yang berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar dialirkan menuju komponen presisi tinggi, seperti Hydromechanical Unit (HMU) dan fuel nozzle. Penyumbatan (clogging) pada fuel filter dapat menyebabkan peningkatan differential pressure, menurunkan efektivitas filtrasi, serta berpotensi mengganggu kontinuitas suplai bahan bakar dan performa mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab fuel filter clogging pada mesin GE90 menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan analisis dokumentasi berdasarkan diagram Engine Fuel Distribution Functional Description Boeing 777 AMM Chapter 73-11-00. Identifikasi akar penyebab dilakukan menggunakan diagram fishbone yang mengelompokkan faktor penyebab ke dalam enam kategori, yaitu Material, Machine, Method, Man, Environment, dan Measurement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor material merupakan penyebab dominan terjadinya fuel filter clogging, yang meliputi kontaminasi partikel padat, air bebas, mikroorganisme, serta produk degradasi bahan bakar. Faktor lain seperti keausan komponen sistem bahan bakar, ketidaksesuaian prosedur pemeliharaan, kesalahan manusia, kondisi lingkungan, dan keterbatasan sistem pemantauan turut mempercepat terjadinya penyumbatan filter. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme fuel filter clogging diawali oleh akumulasi kontaminan pada media filter yang menyebabkan penurunan porositas dan permeabilitas media, sehingga meningkatkan differential pressure dan akhirnya menyebabkan penyumbatan filter. Oleh karena itu, pengendalian kualitas bahan bakar, penerapan pemeliharaan preventif, dan implementasi Condition-Based Maintenance (CBM) direkomendasikan untuk meningkatkan keandalan sistem bahan bakar mesin GE90.
Last update: