BibTex Citation Data :
@article{JTM57806, author = {Akhmad Ekadiarta and MSK Tony Utomo and Khoiri Rozi}, title = {STUDI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA HEAT EXCHANGER DENGAN KONFIGURASI ALIGNED DAN STAGGERED TUBE BUNDLE}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {bilangan nusselt; bilangan reynolds; koefisien perpindahan panas; penurunan tekanan; tube bundle}, abstract = { Heat exchanger dengan konfigurasi pipe bundle merupakan peralatan penting dalam aplikasi industri untuk efisiensi perpindahan panas konveksi paksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tube bundle , kecepatan aliran udara, dan daya pemanas terhadap performa termohidraulik secara eksperimental. Eksperimen menggunakan heat exchanger dengan variasi 1-3 tube bundle , kecepatan udara 4-28 m/s (Re 10³-10⁵), dan daya pemanas 20-40 W. Pengukuran mencakup koefisien konveksi h, Nusselt number Nu, pressure drop ΔP, dan selisih suhu ΔT pada konfigurasi heater tunggal hingga 3-tube bundle. Hasil utama menunjukkan: (1) Pressure drop meningkat signifikan pada konfigurasi 2-3 tube bundle akibat blockage ratio tinggi, dengan ΔP jauh lebih besar dibanding 1 tube bundle ; (2) Kecepatan aliran dominan terhadap performa, h dan Nu meningkat dengan Re, ditandai ΔT mengecil; (3) Daya pemanas 20-40 W menghasilkan h linear naik kemudian menurun pada 35-40 W (ΔT masih tinggi), sementara Nu relatif konstan. Konfigurasi multi-tube bundle tingkatkan heat transfer namun memiliki pressure drop tinggi. Optimalisasi pemilihan rentang Re dan daya input penting untuk efisiensi termal industri. }, issn = {2303-1972}, pages = {159--164} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/57806} }
Refworks Citation Data :
Heat exchanger dengan konfigurasi pipe bundle merupakan peralatan penting dalam aplikasi industri untuk efisiensi perpindahan panas konveksi paksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah tube bundle , kecepatan aliran udara, dan daya pemanas terhadap performa termohidraulik secara eksperimental. Eksperimen menggunakan heat exchanger dengan variasi 1-3 tube bundle , kecepatan udara 4-28 m/s (Re 10³-10⁵), dan daya pemanas 20-40 W. Pengukuran mencakup koefisien konveksi h, Nusselt number Nu, pressure drop ΔP, dan selisih suhu ΔT pada konfigurasi heater tunggal hingga 3-tube bundle. Hasil utama menunjukkan: (1) Pressure drop meningkat signifikan pada konfigurasi 2-3 tube bundle akibat blockage ratio tinggi, dengan ΔP jauh lebih besar dibanding 1 tube bundle ; (2) Kecepatan aliran dominan terhadap performa, h dan Nu meningkat dengan Re, ditandai ΔT mengecil; (3) Daya pemanas 20-40 W menghasilkan h linear naik kemudian menurun pada 35-40 W (ΔT masih tinggi), sementara Nu relatif konstan. Konfigurasi multi-tube bundle tingkatkan heat transfer namun memiliki pressure drop tinggi. Optimalisasi pemilihan rentang Re dan daya input penting untuk efisiensi termal industri.
Last update: