BibTex Citation Data :
@article{JTM57184, author = {Margiyanto Margiyanto and Ismoyo Haryanto and Gunawan Haryadi}, title = {ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR PADA BELLCRANK ASSEMBLY FLAP CONTROL SYSTEM PESAWAT NXXX MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {bellcrank assembly; flap; metode elemen hingga; margin of safety; stress analysis}, abstract = { Pesawat NXXX merupakan pesawat yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia untuk transportasi penumpang dan logistik. Pesawat ini terdiri atas fuselage , wing , tail , landing gear , dan power plant , serta dilengkapi flap s ebagai high-lift device yang berfungsi meningkatkan gaya angkat. Flap terpasang pada trailing edge sayap dan berdefleksi hingga 40° untuk memperbesar kelengkungan airfoil , terutama saat fase landing ketika menerima beban aerodinamis maksimum. Beban tersebut diteruskan ke komponen bellcrank assembly melalui mekanisme kendali dari cockpit , sehingga diperlukan struktur yang mampu menahan beban agar flap tetap stabil selama penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai displacement , tegangan von Mises , serta margin of safety (MoS) berdasarkan kriteria material failure , bearing , dan pull-through pada bellcrank assembly desain awal. Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga menggunakan MSC Patran dan MSC Nastran dengan pemodelan surface geometry (2D) untuk efisiensi komputasi serta penyederhanaan geometri dalam menganalisis respons struktur terhadap kondisi pembebanan maksimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa displacement maksimum struktur secara keseluruhan sebesar 57,5 mm, sedangkan tegangan von Mises maksimum sebesar 991 MPa terjadi pada area fillet yang merupakan daerah konsentrasi tegangan. Analisis kekuatan menunjukkan bahwa tegangan pada struktur untuk kriteria material failure dan bearing masih berada di bawah batas aman material. Meskipun demikian, pada kriteria pull-through ditemukan beberapa komponen dengan nilai margin of safety kurang dari 0. Secara keseluruhan, desain awal bellcrank assembly masih tergolong aman untuk kondisi pembebanan yang dianalisis serta memiliki potensi weight reduction pada komponen dengan margin of safety tinggi. }, issn = {2303-1972}, pages = {83--90} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/57184} }
Refworks Citation Data :
Pesawat NXXX merupakan pesawat yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia untuk transportasi penumpang dan logistik. Pesawat ini terdiri atas fuselage, wing, tail, landing gear, dan power plant, serta dilengkapi flap sebagai high-lift device yang berfungsi meningkatkan gaya angkat. Flap terpasang pada trailing edge sayap dan berdefleksi hingga 40° untuk memperbesar kelengkungan airfoil, terutama saat fase landing ketika menerima beban aerodinamis maksimum. Beban tersebut diteruskan ke komponen bellcrank assembly melalui mekanisme kendali dari cockpit, sehingga diperlukan struktur yang mampu menahan beban agar flap tetap stabil selama penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai displacement, tegangan von Mises, serta margin of safety (MoS) berdasarkan kriteria material failure, bearing, dan pull-through pada bellcrank assembly desain awal. Metode yang digunakan adalah metode elemen hingga menggunakan MSC Patran dan MSC Nastran dengan pemodelan surface geometry (2D) untuk efisiensi komputasi serta penyederhanaan geometri dalam menganalisis respons struktur terhadap kondisi pembebanan maksimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa displacement maksimum struktur secara keseluruhan sebesar 57,5 mm, sedangkan tegangan von Mises maksimum sebesar 991 MPa terjadi pada area fillet yang merupakan daerah konsentrasi tegangan. Analisis kekuatan menunjukkan bahwa tegangan pada struktur untuk kriteria material failure dan bearing masih berada di bawah batas aman material. Meskipun demikian, pada kriteria pull-through ditemukan beberapa komponen dengan nilai margin of safety kurang dari 0. Secara keseluruhan, desain awal bellcrank assembly masih tergolong aman untuk kondisi pembebanan yang dianalisis serta memiliki potensi weight reduction pada komponen dengan margin of safety tinggi.
Last update: