skip to main content

STUDI PENGARUH JENIS COOLANT RADIATOR DAN PENAMBAHAN EKSTRAK DARI DAUN KELOR TERHADAP LAJU KOROSI PADA BESI COR KELABU FC200

*Fergi Yudha Pratama  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Agus Suprihanto  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Yusuf Umardani  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Citation Format:
Abstract

Korosi merupakan salah satu permasalahan utama pada material logam, khususnya besi cor kelabu FC200 yang banyak digunakan sebagai bahan blok mesin. Dalam sistem pendingin, jenis coolant radiator dapat mempengaruhi laju korosi material. Selain itu, ekstrak daun kelor sering diteliti sebagai inhibitor alami untuk menghambat korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada berbagai jenis coolant radiator, mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor sebagai inhibitor alami dalam media aquades, serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap laju korosi besi cor kelabu FC200. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kelompok pengujian, yaitu lima jenis coolant radiator serta media aquades tanpa ekstrak sebagai kontrol dan aquades dengan penambahan ekstrak daun kelor pada konsentrasi 15 mL, 20 mL, dan 25 mL. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali. Pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia dengan potensiostat (CorrTest) untuk memperoleh parameter Icorr dan Ecorr, yang kemudian dikonversikan menjadi laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi berbeda pada setiap jenis coolant radiator. Pada media aquades, penambahan ekstrak daun kelor menyebabkan peningkatan laju korosi dibandingkan tanpa ekstrak, dan peningkatan tersebut semakin besar seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor tidak efektif sebagai inhibitor alami dan cenderung mempercepat korosi pada besi cor kelabu FC200.

Keywords: besi cor kelabu fc200; coolant radiator; ekstrak daun kelor; inhibitor korosi; laju korosi
Article Info
  1. Yanuar, Ardi Prasetia, Herman Pratikno, dan Harmin Sulistiyaning Titah. 2016. Pengaruh Penambahan Inhibitor Alami terhadap Laju Korosi pada Material Pipa dalam Larutan Air Laut Buatan. Jurnal Teknik ITS, Vol. 5, No. 2: G-297–G-299
  2. Mustofa, F.L., Husna, I., Safitri, D.N.L., 2022. Analisis Kandungan Mineral Dalam Air Sumur, Air Minum Botol Kemasan dan Air Isi Ulang di Kecamatan Kemiling Bandar Lampung. Mahesa: Malahayati Health Student Journal 2(1), 171–177
  3. Zuhairi, R., Kosjoko, K., Mufarida, N.A., 2025. Pengaruh Variasi Ekstrak Daun Kelor, Daun Sembukan, Daun Kapuk Terhadap Laju Korosi Baja ST 37. JURITEK: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer 5(3), 430–439
  4. Yusuf, M., Rahmaniah, R., Rani, S.R.A., 2023. Uji Laju Korosi dengan Menggunakan Inhibitor Daun Kelor untuk Besi Hollow (Baja Galvalum) dalam Medium Air Hujan. JoP 8(3), 87–92
  5. Chandra, M.T., 2025. Analisis Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Inhibitor Laju Korosi pada Radiator Motor. Skripsi. Universitas Tidar
  6. Umardani, Yusuf, dan Tony Rizal Nurferdian. 2009. Pengaruh Penambahan Kandungan Silikon pada Besi Cor Kelabu dengan Metode Fluiditas Strip Mould terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro. Rotasi, Vol. 11, No. 3, Juli 2009: 5–10
  7. Mulyono, W., Sangian, H., Sudjadi, U., 2022. Studi tentang sifat korosi dan kekerasan dari material baut dan mur lokal. Journal of New Energies and Manufacturing (JONEM) 1(1), 109–115
  8. Tarigan, S.A.R.S., 2020. Pengaruh coolant terhadap efektivitas pendinginan dan laju korosi material kuningan. Universitas Islam Riau
  9. Prayitno, D., 2022. Peninjauan: Profil corrosion green inhibitor berbahan alam Indonesia. Metrik Serial Humaniora dan Sains 3(1)
  10. Zanata, R., 2019. Pengaruh variasi konsentrasi dan temperatur ekstrak daun kelor sebagai inhibitor organik pada baja API 5L grade B dalam larutan HCl. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.