skip to main content

PENGARUH TEKANAN HIDROGEN TERHADAP TINGKAT RISIKO PADA HYDROGEN REFUELING STATION (HRS)

*Thoriq Muhammad Dafa  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Budi Setiyana  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Muchammad Muchammad  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Hydrogen Refueling Station (HRS) merupakan infrastruktur penting dalam pengembangan energi bersih berbasis hidrogen, namun memiliki risiko keselamatan tinggi akibat karakteristik hidrogen yang mudah terbakar, memiliki rentang flammability yang luas, serta disimpan pada tekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh variasi tekanan hidrogen terhadap tingkat risiko keselamatan pada sistem HRS. Metode yang digunakan adalah pendekatan Quantitative Risk Assessment (QRA) dengan bantuan perangkat lunak simulasi berbasis skenario kebocoran. Variasi tekanan yang dianalisis meliputi tekanan rendah, menengah, dan tinggi sesuai kondisi operasional HRS. Parameter yang diamati meliputi radius dampak kebakaran dan ledakan, frekuensi kejadian, serta tingkat fatalitas terhadap manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan hidrogen secara signifikan meningkatkan tingkat risiko. Pada tekanan tinggi, radius dampak kebakaran meningkat hingga ±35% dibandingkan tekanan rendah, sementara probabilitas kejadian fatal meningkat dari 1,2×10⁻⁵ menjadi 4,8×10⁻⁵ per tahun. Selain itu, laju kebocoran meningkat hingga ±40% yang mempercepat pembentukan awan gas mudah terbakar dan meningkatkan potensi terjadinya ledakan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa tekanan merupakan parameter dominan dalam menentukan tingkat risiko pada HRS. Oleh karena itu, diperlukan optimasi tekanan operasional, pemilihan material yang sesuai, serta penerapan sistem mitigasi seperti pressure relief valve dan deteksi kebocoran untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan keselamatan operasional HRS.
Keywords: hydrogen refueling station; tekanan hidrogen; risiko keselamatan; qra; kebocoran
Article Info
  1. International Energy Agency. The Future of Hydrogen: Seizing Today’s Opportunities. Paris: IEA; 2019
  2. International Organization for Standardization. ISO 19880-1: Gaseous hydrogen — Fueling stations — Part 1: General requirements. Geneva: ISO; 2020
  3. Center for Chemical Process Safety (CCPS). Guidelines for Hydrogen Safety. New York: AIChE; 2018
  4. Jordan T, Adams P, Baraldi D. Hydrogen Safety Engineering and Risk Assessment. Boca Raton: CRC Press; 2017
  5. Sandia National Laboratories. HyRAM+ Technical Reference Manual. Albuquerque: Sandia; 2021
  6. National Fire Protection Association. NFPA 2: Hydrogen Technologies Code. Quincy: NFPA; 2023
  7. Crowl DA, Louvar JF. Chemical Process Safety: Fundamentals with Applications. 4th ed. Boston: Pearson; 2019
  8. Turns SR. An Introduction to Combustion: Concepts and Applications. 3rd ed. New York: McGraw-Hill; 2012
  9. Lees FP. Lees’ Loss Prevention in the Process Industries. 4th ed. Oxford: Butterworth-Heinemann; 2012
  10. American Petroleum Institute. API Standard 521: Pressure-relieving and Depressuring Systems. Washington DC: API; 2020

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.