ESTIMASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR KERETA API DAOP 4 SEMARANG SAMPAI TAHUN 2030 MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP

*Goris Panji Pradana  -  Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
MSK Tony Suryo Utomo  -  Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Apr 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Bahan bakar fosil merupakan sumber daya tak terbarukan yang banyak digunakan di bidang transportasi. Kajian tentang penggunaan dan efek yang ditimbulkan serta estimasi kebutuhannya perlu ditangani secara bijak. Salah satu moda transportasi yang yang membutuhkan estimasi tersebut adalah kereta api. Kereta api pada penelitian ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu kereta barang, kereta penumpang dan KRD yang didasarkan pada perbedaan konsumsi bahan bakarnya. Oleh karena itu, konsumsi bahan bakar dihitung berdasarkan jumlah kereta, jarak tempuh dan fuel economy. Jumlah kereta api akan disesuaikan dengan jumlah penumpang dan barang yang dipindahkan. Software The Long Range Energy Alternatives Planning (LEAP) digunakan pada penelitian ini untuk mengembangkan model yang memproyeksikan kebutuhan bahan bakar sampai 2030 dengan skenario yang berbeda-beda. Skenario tersebut adalah business as usual (BAU), advanced technology (AT) dan alternatives fuel replacement (AFR). Hasil yang didapat dari perencanaan energi adalah jumlah energi yang dibutuhkan sampai tahun 2030 oleh skenario BAU adalah 40.806,7 ribu SBM atau 6,5 miliar liter solar, berdasarkan skenario AT dibutuhkan 33.072,8 ribu SBM atau 5,3 miliar liter solar, berdasarkan skenario AFR 34.341,8 ribu SBM, terdiri dari 4,5 miliar liter solar, 0,85 miliar liter biodiesel dan 1.360,6 juta kWh. Emisi CO2(Non-Biogenic) yang dihasilkan pada skenario BaU sebesar 17.214,6 ribu metrik ton, N2O 142,4 metrik ton, CO 237,3 ribu metrik ton, SO2 43,589,2 metrik ton, NOx 284,7 ribu metrik ton, VOCs 47.455,8 metrik ton. Skenario advanced technology mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 19% kecuali VOCs sebesar 23,4% sedangkan AFR mampu mereduksi keseluruhan jenis emisi sebesar 18%.
Keywords: advanced technology, alternative fuel replacement, business as usual, energy planning, LEAP, train.

Article Metrics: