BibTex Citation Data :
@article{JTM55652, author = {Muhammad Lesmana and Ismoyo Haryanto and Gunawan Haryadi}, title = {ANALISIS STRUKTURAL IMPELLER POMPA BOOSTER PADA SISTEM PERPIPAAN DENGAN VARIASI JUMLAH SUDU MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {analisis structural; impeller; jumlah sudu; metode elemen hingga; pompa booster}, abstract = { Pompa booster memiliki peranan penting dalam sistem perpipaan untuk menjaga kestabilan tekanan fluida pada jalur distribusi jarak jauh. Salah satu komponen utama yang menentukan keandalan pompa sentrifugal adalah impeller, yang bekerja di bawah pengaruh gaya sentrifugal dan tekanan fluida. Perbedaan desain impeller, khususnya jumlah sudu, dapat memengaruhi respons struktural dan risiko kegagalan mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah sudu impeller, yaitu 6 dan 8 sudu, terhadap distribusi tegangan Von Mises, deformasi total, regangan elastis ekuivalen, dan faktor keamanan pada pompa booster dalam sistem perpipaan. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) dengan bantuan perangkat lunak ANSYS. Model geometri impeller dibuat menggunakan SolidWorks dengan kecepatan rotasi 5000 RPM dan tekanan operasi sesuai spesifikasi pompa booster. Material impeller yang digunakan adalah duplex stainless steel. Hasil simulasi menunjukkan bahwa impeller dengan 8 sudu menghasilkan deformasi total yang lebih rendah sebesar 9,10 × 10⁻⁵ mm dibandingkan impeller 6 sudu sebesar 9,33 × 10⁻⁵ mm. Namun, nilai tegangan Von Mises dan regangan elastis ekuivalen pada impeller 8 sudu sedikit lebih tinggi. Faktor keamanan minimum pada kedua konfigurasi mencapai nilai 15, yang menunjukkan bahwa kedua desain aman secara struktural. Berdasarkan hasil analisis, impeller dengan 8 sudu menunjukkan performa struktural yang sedikit lebih baik dan direkomendasikan untuk aplikasi pompa booster dalam sistem perpipaan. }, issn = {2303-1972}, pages = {111--118} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/55652} }
Refworks Citation Data :
Pompa booster memiliki peranan penting dalam sistem perpipaan untuk menjaga kestabilan tekanan fluida pada jalur distribusi jarak jauh. Salah satu komponen utama yang menentukan keandalan pompa sentrifugal adalah impeller, yang bekerja di bawah pengaruh gaya sentrifugal dan tekanan fluida. Perbedaan desain impeller, khususnya jumlah sudu, dapat memengaruhi respons struktural dan risiko kegagalan mekanik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah sudu impeller, yaitu 6 dan 8 sudu, terhadap distribusi tegangan Von Mises, deformasi total, regangan elastis ekuivalen, dan faktor keamanan pada pompa booster dalam sistem perpipaan. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) dengan bantuan perangkat lunak ANSYS. Model geometri impeller dibuat menggunakan SolidWorks dengan kecepatan rotasi 5000 RPM dan tekanan operasi sesuai spesifikasi pompa booster. Material impeller yang digunakan adalah duplex stainless steel.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa impeller dengan 8 sudu menghasilkan deformasi total yang lebih rendah sebesar 9,10 × 10⁻⁵ mm dibandingkan impeller 6 sudu sebesar 9,33 × 10⁻⁵ mm. Namun, nilai tegangan Von Mises dan regangan elastis ekuivalen pada impeller 8 sudu sedikit lebih tinggi. Faktor keamanan minimum pada kedua konfigurasi mencapai nilai 15, yang menunjukkan bahwa kedua desain aman secara struktural. Berdasarkan hasil analisis, impeller dengan 8 sudu menunjukkan performa struktural yang sedikit lebih baik dan direkomendasikan untuk aplikasi pompa booster dalam sistem perpipaan.
Last update: