BibTex Citation Data :
@article{JTM55642, author = {Yoga Djohar and Budi Setiyana and Muchammad Muchammad}, title = {ANALISIS RISIKO AKIBAT LEDAKAN GAS HIDROGEN PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR HIDROGEN TIPE TERTUTUP MENGGUNAKAN SOFTWARE FLACS}, journal = {JURNAL TEKNIK MESIN}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {heat flux; hydorgen refueling station (hrs); kecepatan angin; mitigasi risiko; tekanan; temperatur}, abstract = { Stasiun pengisian hidrogen ( Hydrogen Refueling Station ) merupakan salah satu infrastruktur kunci dalam pengembangan energi bersih, namun berpotensi menimbulkan bahaya serius apabila terjadi kebocoran gas hidrogen bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sebaran tekanan, temperatur, dan heat flux akibat kebocoran gas hidrogen pada tangki berkapasitas 52 liter di HRS dengan variasi kondisi operasi dan lingkungan. Simulasi dilakukan pada tangki dengan tekanan operasi 150 bar, 350 bar, dan 500 bar, serta dua kondisi kecepatan angin, yaitu 2 m/s dan 4 m/s, untuk mengevaluasi pengaruh tekanan tangki dan kecepatan angin terhadap besaran parameter bahaya di sekitar sumber kebocoran menggunakan software FLACS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan tekanan tangki menyebabkan kenaikan tekanan, temperatur, dan heat flux pada posisi target yang paling dekat dengan jarak 1.30 meter dari titik kebocoran. Nilai maksimum yang diperoleh pada target terdekat secara berturut-turut adalah tekanan sebesar 0,170 bar, temperatur sebesar 1442,743 K, dan heat flux sebesar 95,759 kW/m². Hubungan yang hampir berbanding lurus antara kenaikan tekanan tangki dan peningkatan parameter bahaya ini mengindikasikan bahwa kondisi operasi bertekanan lebih tinggi di HRS memerlukan perhatian khusus dalam perancangan sistem keselamatan, penentuan zona berbahaya, serta penyusunan prosedur operasi dan mitigasi risiko. }, issn = {2303-1972}, pages = {83--88} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jtm/article/view/55642} }
Refworks Citation Data :
Stasiun pengisian hidrogen (Hydrogen Refueling Station) merupakan salah satu infrastruktur kunci dalam pengembangan energi bersih, namun berpotensi menimbulkan bahaya serius apabila terjadi kebocoran gas hidrogen bertekanan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sebaran tekanan, temperatur, dan heat flux akibat kebocoran gas hidrogen pada tangki berkapasitas 52 liter di HRS dengan variasi kondisi operasi dan lingkungan. Simulasi dilakukan pada tangki dengan tekanan operasi 150 bar, 350 bar, dan 500 bar, serta dua kondisi kecepatan angin, yaitu 2 m/s dan 4 m/s, untuk mengevaluasi pengaruh tekanan tangki dan kecepatan angin terhadap besaran parameter bahaya di sekitar sumber kebocoran menggunakan software FLACS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan tekanan tangki menyebabkan kenaikan tekanan, temperatur, dan heat flux pada posisi target yang paling dekat dengan jarak 1.30 meter dari titik kebocoran. Nilai maksimum yang diperoleh pada target terdekat secara berturut-turut adalah tekanan sebesar 0,170 bar, temperatur sebesar 1442,743 K, dan heat flux sebesar 95,759 kW/m². Hubungan yang hampir berbanding lurus antara kenaikan tekanan tangki dan peningkatan parameter bahaya ini mengindikasikan bahwa kondisi operasi bertekanan lebih tinggi di HRS memerlukan perhatian khusus dalam perancangan sistem keselamatan, penentuan zona berbahaya, serta penyusunan prosedur operasi dan mitigasi risiko.
Last update: